alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Angka Covid di Solo Kian Dahsyat, Sehari Tambah Ratusan Kasus Baru

15 Januari 2021, 12: 38: 12 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Lonjakan kasus baru Covid-19 di Kota Bengawan makin tak terkendali dalam beberapa hari terkhir. Warga benar-benar diminta patuh aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) guna menekan perkembangan yang kian dahsyat.

Data Covid-19 Kota Surakarta dalam dua hari terakhir menunjukkan kenaikan hingga 550 kasus baru. Pada Selasa (12/1), kenaikan mencapai 250 kasus. Kemudian pada Rabu (13/1), kenaikan bahkan lebih tinggi dari sebelumnya, yakni dengan penambahan 300 kasus baru.

Dengan demikian, data terakhir hingga Rabu (13/1), angka kumulatif positif Covid-19 telah mencapai 6.404 kasus. Rincianya 4.164 dinyatakan sembuh, 1.635 menjalani karantina mandiri, 294 dirawat, dan 311 meninggal dunia.

"Sebanyak 300 ini kan hasil Natal dan Tahun Baru. Inilah yang harus kami sampaikan," kata Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Tingginya lonjakan kasus baru itu membuat Pemkot Surakarta mewanti-wanti warga Kota Bengawan benar-benar mematuhi seluruh anjuran pemerintah selama penerapan PPKM. Sementara ini, pemkot akan menunggu hasil dari penerapan PPKM selama 11-25 Januari.

"Kita tunggu 14 hari, naik atau tidak. Kalau tidak ada kenaikan, berarti sangat efektif untuk pembatasan kegiatan masyarakat," kata Rudy.

Di sisi lain, pengawasan penerapan PPKM terus dilakukan oleh satpol PP beramaa TNS-Polri dalam giat Operasi Cipta Kondisi. Dalam beberapa waktu terakhir, tim gabungan masih menemukan pelanggaran dalam hal pembatasan kapasitas di sejumlah tempat makan.

"Ada sekitar tiga sampai empat temuan kerumunan di angkringan yang dibubarkan tim gabungan. Selain itu, kerumunan juga ditemukan di sejumlah warung kopi selama dua hari PPKM," ucap  Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan.

Sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 067/036 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, sudah jelas mengatur batasan makan d itempat 25 persen, jaga jarak, dan memakai masker. Oleh sebab itu pihaknya menindak pelanggaran sesuai aturan yang berlaku.

"Mereka setelah makan dan ngobrol, tidak kembali memakai maskernya lagi. Yang nongkrong dan ngobrol juga tidak memakai masker dan tidak jaga jarak. Kami berikan SP (surat peringatan) hingga dibubarkan. Setelah SP 1 masih ngeyel, sesuai mekanisme akan kami SP 2, SP 3 dan kemudian ditutup tempat usaha," tegas Arif. (ves/ria)


(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news