alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Aktivitas Gunung Merapi Terpantau Turun

15 Januari 2021, 18: 25: 14 WIB | editor : Perdana

Warga lereng Gunung Merapi tetap waspada meski aktivitas Gunung Merapi turun.

Warga lereng Gunung Merapi tetap waspada meski aktivitas Gunung Merapi turun. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Setelah sempat mengalami erupsi yang cukup masif pekan kemarin, aktivitas Gunung Merapi cenderung menurun pada dua-tiga hari terakhir. Bahkan, penggelembungan (deformasi) tubuh Gunung Merapi hanya 2 sentimeter per tiga hari ini.

"Aktivitas seismik agak menurun juga. Data deformasi juga berubah (turun) menjadi 2 sentimeter per tiga hari,” kata Ahmad Sopari, petugas Pos Pantau Gunung Merapi Jrakah, Kecamatan Selo Jumat (15/1).

Menurutnya, pengukuran tubuh Gunung Merapi dilakukan dari berbagai sudut, menggunakan sensor khusus. Dari pengukuran ini, dapat diketahui perubahan Gunung Merapi secara periodik. Dan akhir-akhir ini, deformasi perubahan menjadi lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Sementara selama pengamatan periode Kamis (15/1) mulai pukul 06.00-00.00, tercatat terjadi guguran sebanyak 17 kali. Jarak luncur dari guguran tersebut maksimal 600 meter dan masih mengarah ke hulu Kali Krasak, Kabupaten Magelang.

"Sedangkan sejak pukul 00.00 sampai pagi tadi pukul 06.00, teramati terjadi 1 kali guguran kecil dengan jarak luncur maksimal 400 meter," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele Neigen menyebut, saat ini jumlah pengungsi sebanyak 241 orang. Jumlah itu meningkat sejak beberapa hari terakhir karena adanya guguran lava pijar yang dapat dilihat masyarakat.

Namun, dengan penurunan ini, sudah banyak masyarakat yang melakukan aktivitas seperti biasa saat siang hari. "Untuk logistik masih aman guna mencukupi kebutuhan pengungsi di TPPS (tempat penampungan pengungsi sementara) Tlogolele," papar Neigen. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news