alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Sepak Bola
icon featured
Sepak Bola

Rochy Putiray Berbagi Ilmu ke Penggawa Putri Surakarta

17 Januari 2021, 10: 05: 59 WIB | editor : Perdana

INSPIRATOR: Pelatih Timnas U-16 Pelajar Kemenpora Rochy Putiray melatih Putri Surakarta di Lapangan Donohudan, Ngemplak, Boyolali (15/1).

INSPIRATOR: Pelatih Timnas U-16 Pelajar Kemenpora Rochy Putiray melatih Putri Surakarta di Lapangan Donohudan, Ngemplak, Boyolali (15/1). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kepulangan Rochy Putiray ke Kota Solo membawa berkah bagi klub Putri Surakarta. Klub ini tentu punya kesempatan emas karena dilatih oleh legenda sepak bola timnas era 1990-an hingga 2004 tersebut.

Mantan pemain Arseto Solo tersebut terlihat sangat tegas saat melatih tim ini. Seperti yang terlihat di Lapangan Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jumat (15/1) pagi. Pemain Putri Surakarta dijejali banyak materi. Kesiplinan dalam bermain jadi salah satu hal yang ditekankan ke para pemain. 

Di luar lapangan, Rochy seperti sosok lainnya. Dia begitu ramah dan perhatian kepada pemain Putri Surakarta yang dilatihnya. Bahkan, setelah sesi latihan selesai, setiap pemain yang berjabat tangan diberitahu Rochy apa yang harus dilakukannya di lapangan sepak bola.

Kedatangan mantan pemain Persijatim Solo FC ini melatih Putri Surakarta, sebenarnya hanyalah kebetulan. Sepulang melaksanakan tur melatih Timnas U-16 Pelajar Putra bentukan Kemenpora di Bali Desember lalu, Rochi memutuskan untuk pulang ke Solo. 

Pelatih Putri Surakarta yang mengetahui hal itu, langsung menghubungi Rochy untuk meminta melatih anak didiknya.

"Saya langsung dihubungi adek-adek saya (pelatih Putri Surakarta) dan memang langsung saya iyakan. Lantas dipikirkan saya, dari pada bengong di rumah, mending membagikan ilmu secara gratis demi berkembangnya sepak bola Indonesia," ucap Rochy Putiray ketika ditemui Jawa Pos Radar Solo di Lapangan Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jumat (15/1).

Pemain yang sempat bermain di Liga Hongkong ini juga sangat antusias ketika sedang latihan. Hal tersebut membuatnya bersemangat untuk melatih, meski tanpa dipungut biaya sepeserpun. "Semangat sekali (melarih Putri Surakarta) mereka terlihat antusias. Hari ini (15/1) kami melaksanakan latihan konsentrasi, karena Minggu (17/1) besok akan diadakan tanding melawan klub PFA Putra U-15 di Sukoharjo," ujarnya.

Saat melatih Rochy juga membuka wawasan para pemain untuk mengarahkan mereka mahir bermain sepak bola. Termasuk mengayomi pemain yang notabene masih belum bisa belajar teknik sepak bola secara mendalam. "Jadi setiap sesi latihan, pemain yang bisa sebisa mungkin meminimalis kesalahan. Jadi, pelatih bisa konsen kepada pemain yang tidak bisa. Jadi, pemain yang bisa kalau bisa berlatih secara mandiri," ungkapnya.

Sebelumnya, Rochy melatih Timnas U-16 Pelajar Kemenpora touring ke berbagai wilayah. Di antaranya, Bandung, Pati, Magelang, Salatiga, Malang, Probolinggo, Banyuwangi, dan Bali. Rochy merencanakan ingin kembali TC ke Kota Bandung pada 24 Januari nanti.

Sementara itu, Pelatih Putri Surakarta Dede mengatakan, meski Bung Rochy baru bergabung sejak Desember 2020 kemarin. Namun, Rochy sudah akrab dengan Putri Surakarta sejak adanya kejuaraan Bengawan Cup 2015. Itu momen bertepatan dengan lahirnya klub Putri Surakarta.

"Bisa dibilang beliau ayah kami, sekaligus pembina kami juga. Jadi, dengan kepeduliannya dengan sepak bola khususnya sepak bola putri patut disyukuri,” ujar Dede.

Bahkan, Dede mengaku pihaknya sering berkoordinasi dengan Rochy Putiray saat masih melatih Jakarta 69, khususnya kepada sosok yang ikut mendirikan Putri Surakarta, Wisnu. Di lapangan hijau Putri Surakarta pernah ditahan imbang oleh anak asuh Rochy saat berhelat pertandingan Bengawan Cup 2017 di Lapangan Sriwedari.

Menurut Dede, Rochy dikenal tegas dalam mendisiplinkan pemain. Dia pun setuju, karena pemain sepak bola tidak boleh memiliki mental yang down, namun harus kuat. "Jangan sampai diatur dengan nada tinggi, langsung down. Karena itulah sepak bola. Kalau ingin jadi pemain yang bagus, ya harus memiliki mental kuat," tuturnya.

Berdasarkan informasi, ada 30 anak Putri Surakarta yang bergabung untuk berlatih, dan melibatkan 6 pelatih magang mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Dede berharap, Putri Surakarta makin terbuka wawasan terkait sepak bola setelah ditransfer ilmu dari Rochy Putiray. "Harapannya mereka lebih terbuka wawasannya teekait sepak bola. Olahraga ini tidak hanya sekadar passing, control, shoot, tapi lebih dari itu," pungkasnya. (ryn/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news