alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Kasus Covid Terus Bertambah, Ruang Isolasi & ICU RS se-Sukoharjo Penuh

18 Januari 2021, 11: 36: 15 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi dokter anggota IDI memberi edukasi masyarakat pentingnya menjaga kesehatan di simpang lima Sukoharjo, beberapa waktu lalu.

Ilustrasi dokter anggota IDI memberi edukasi masyarakat pentingnya menjaga kesehatan di simpang lima Sukoharjo, beberapa waktu lalu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Kasus positif Covid-19 terus naik setiap harinya tanpa dibarengi kenaikan kasus sembuh yang signifikan. Imbasnya, ruang isolasi dan ICU rumah sakit di Sukoharjo penuh.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, per Sabtu (16/1) ada kenaikan 52 kasus positif baru. Sehingga, akumulasi kasus positif Covid-19 menjadi 3.396 orang. Di sisi lain, kasus positif sembuh hanya naik 32, sehingga totalnya ada 2.766 kasus sembuh.

"Dalam beberapa waktu terakhir kasus positif corona di Sukoharjo terus naik signifikan. Mulai Rabu (13/1), ada kenaikan 53 kasus dan per Kamis (14/1), ada kenaikan 40 kasus positif. Kemudian, Jumat (15/1), ada kenaikan 44 kasus dan per Sabtu (16/1), ada kenaikan 52 kasus positif baru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati.

Saat ini, masih ada 430 kasus positif Covid-19 aktif yang tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kartasura 121 orang, Baki 67 orang, Grogol 34 orang, Mojolaban 31 orang, Sukoharjo 56 orang, Tawangsari 16 orang, dan Polokarto 15 orang. Kemudian Kecamatan Nguter 34 orang, Bendosari 11 orang, Bulu 27 orang, Weru 17 orang, dan Kecamatan Gatak satu orang. 

"Yang harus kita ketahui juga bahwa seluruh RS di Solo Raya ini kondisi ruang isolasi dan ICU Covid-19-nya penuh. Kita harus punya cara membuat masyarakat tidak tertular, apalagi untuk mereka yang berisiko. Karena potensi setelah mereka tertular, butuh layanan RS besar, sementara RS penuh," kata Yunia.

Bahkan, Yunia juga mengakui bahwa salah satu kepala puskesmas di Sukoharjo meninggal dunia karena sakit dan tidak mendapat layanan ICU. Sebab, semua kamar ICU sudah penuh. Padahal, kamar ICU dan isolasi sudah ditambah, tapi tetap saja kurang

"Sebelum pandemi ruang isolasi dan ICU kami sekitar 90-an. Saat ini sudah lebih dari 250 bed. Banyak yang dirawat, baik itu positif, suspek. Belum yang non-Covid-19 atau penyakit lain yang juga membutuhkan ICU," bebernya.

Ditegskan dia, seluruh RS di Sukoharjo memang bisa merawat pasien Covid-19. Namun, ketika semua masyarakat tidak peduli dengan penuluran, maka rumah sakit bisa penuh sehingga pasien tidak terlayani dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, dan tidak berkerumun. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news