alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Vaksinasi Nakes Jateng Lancar, Ganjar Minta Tahap Pertama Dipercepat

18 Januari 2021, 16: 57: 12 WIB | editor : Perdana

Pemprov Jateng menggelar rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19.

Pemprov Jateng menggelar rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19.

Share this      

SEMARANG - Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Tengah berjalan lancar. Dari sekitar 1.900 tenaga kesehatan yang divaksin, hanya ada delapan orang yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

"Alhamdulillah vaksinasi berjalan dengan baik. Dari laporan, KIPI-nya hanya ada delapan orang dan tidak parah. Hanya pegal-pegal, ngantuk, dan sekarang semua sudah membaik," kata Ganjar usai memimpin rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (18/1).

Meski begitu, Ganjar meminta agar program vaksinasi gelombang pertama kepada tenaga kesehatan di Jateng dapat dipercepat. Hal itu penting untuk mengantisipasi datangnya vaksin gelombang berikutnya.

"Kita butuh mempercepat, sehingga kalau nanti dikirim lagi semua sudah siap. Bupati/wali kota semangatnya bagus, masyarakat juga bagus karena semua banyak yang ngacung minta divaksin," tegasnya.

Untuk melakukan percepatan vaksinasi, Ganjar mengusulkan adanya penambahan kuota orang yang divaksin di tempat-tempat layanan kesehatan. Sebelumnya layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit dibatasi melakukan vaksinasi sebanyak 45 orang per hari.

"Saya minta dilakukan percepatan, baik di rumah sakit maupun puskesmas. Targetnya, puskesmas bisa melakukan vaksinasi 50 orang per hari dan rumah sakit 200 orang per hari," papar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, sampai saat ini sudah ada sekitar 1.900 tenaga kesehatan yang mengikuti vaksinasi. Jumlah itu terus bertambah karena proses vaksinasi terus berjalan.

"Mereka para tenaga kesehatan yang sudah terdaftar akan mendapatkan jadwal vaksinasi di mana, jam berapa itu sudah diatur," katanya.

Yulianto membenarkan jika Ganjar meminta dirinya melakukan percepatan. Untuk itu, pihaknya sudah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan terkait percepatan itu.

"Memang seluruh Indonesia diatur oleh sistem aplikasinya, yang membatasi tiap hari masing-masing faskes hanya melayani 15 orang dikali tiga. Tapi kami koordinasi tadi, intinya bisa ditambah. Mudah-mudahan dengan percepatan ini, target vaksinasi tahap pertama untuk nakes bisa selesai pertengahan Februari, dari target awal akhir Februari," tandas Yulianto. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news