alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Sehari, Satgas Covid Wonogiri Bisa Makamkan 9 Jenazah

18 Januari 2021, 23: 59: 00 WIB | editor : Perdana

Pemakaman dengan protokol kesehatan di Kecamatan Selogiri, Minggu (18/1).

Pemakaman dengan protokol kesehatan di Kecamatan Selogiri, Minggu (18/1). (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI - Dalam rentang dua hari terakhir, delapan jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan. Paling banyak, dalam sehari dilakukan sembilan pemakaman dengan protokol kesehatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daeerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, terhitung sejak Minggu (17/1) hingga Senin (18/1) pagi, ada delapan pemakaman dengan protokol kesehatan. Pemakaman itu dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri maupun relawan dan pihak rumah sakit.

Berdasarkan datanya, pemakaman dengan protokol khusus tersebut dilakukan di beberapa kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Wonogiri Kota, Selogiri, Slogohimo, Jatisrono, Ngadirojo, dan Manyaran. Jenazah-jenazah itu berasal dari beberapa rumah sakit, baik rumah sakit di Wonogiri atau dari luar darerah.

"Seluruh pemakaman turut disaksikan oleh forkompimcam masing-masing wilayah, personel puskesmas setempat hingga aparat kelurahan atau desa setempat dan keluarga jenazah," tutur Bambang.

Apakah semua jenazah yang dimakamkan tersebut berstatus terkonfirmasi positif Covid-19? Bambang tidak bisa menjelaskannya secara rinci.

"Saya tidak bisa menyampaikannya. Yang kami lakukan hanya sebatas pemakaman secara protokol kesehatan. Sesuai permintaan dari rumah sakit," ungkapnya.

Berapa paling banyak pemakaman dengan protokol kesehatan yang bisa dilakukan selama satu hari? Bambang mengaku, dalam satu hari pernah sampai melakukan pemakaman sembilan jenazah dengan protokol kesehatan ketat.

"Paling banyak sembilan. Tapi tidak semuanya dimakamkan oleh satgas (Covid-19). Ada juga yang dimakamkan pihak rumah sakit ataupun relawan. Ada juga pemakaman yang dilakukan tim gabungan," kata Bambang.

Dijelaskannya, unsur satgas yang ikut melakukan pemakaman di antaranya adalah TNI/Polri, BPBD, serta organisasi sosial kemanusiaan dan kebencanaan seperti PMI dan SAR.

Seluruh pemakaman yang dilaksanakan oleh satgas menjadi tanggung jawab pemerintah. Dalam hal ini dibiayai oleh pemkab. Akan tetapi, galian liang lahat dipersiapkan oleh wilayah masing-masing.

Pihaknya pun telah melatih sejumlah relawan desa untuk melakukan pemakaman dengan protokol kesehatan. Dengan begitu, relawan desa bisa melakukan pemakaman sendiri maupun membantu tim pemakaman satgas. (al/ria)


(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news