alexametrics
Rabu, 03 Mar 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Camat & Staf Positif, Kantor Kecamatan Jogonalan Tutup Sementara

19 Januari 2021, 00: 39: 40 WIB | editor : Perdana

Suasana Kantor Kecamatan Jogonalan yang tutup sementara selama dua hari.

Suasana Kantor Kecamatan Jogonalan yang tutup sementara selama dua hari. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Pelayanan di Kantor Kecamatan Jogonalan ditutup sementara selama dua hari, mulai Senin-Selasa (18-18/1). Hal itu dilakukan setelah ada dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka adalah camat dan salah satu staf kecamatan.

“Memang benar sementara ini selama dua hari sesuai arahan dari pimpinan untuk dilakukan penutupan sementara. Semua ditutup total, termasuk bagian dari PPL pertanian dan peternakan serta PKH,” jelas Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jogonalan Murdoko.

Penutupan dilakukan untuk pelaksanaan tracing usai camat dan salah satu staf dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (16/1). Selain itu, juga akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan ke seluruh bagian kantor kecamatan.

Dikatakan Murdoko, saat ini ada 10 orang harus menjalani isolasi mandiri. Sedangkan sang camat masih isolasi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten.

“Mohon doanya, mudah-mudahan Pak camat dan staf kami diberikan kesehatan. Sedangkan untuk pelayanan kantor akan dibuka kembali pada Rabu (20/1) mendatang,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Jogonalan 1 Parwiyati membenarkan jika camat terkait menjalani isolasi mandiri di rumah sakit milik Pemkab Klaten. Pasalnya, yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta sehingga diharapkan dengan isolasi mandiri terdapat pengawasan secara intensif dari pihak rumah sakit.

“Awalnya itu Pak camat merasakan gejala yang tidak berat sebenarnya. Sempat batuk kering dan panas hingga akhirnya hendak menjalani rapid test. Tetapi kami sarankan langsung swab yang hasilnya baru keluar Sabtu (16/1) siang kemarin,” jelasnya.

Lebih lanjut Parwiyati mengungkapkan, dari pelaksanaan pengambilan sampel hingga keluarnya hasil masih menunggu sekitar 10 hari. Padahal sebelum hasilnya keluar, sang camat sempat melakukan aktivitas kedinasannya. Oleh karena itu, tracing dilakukan kepada mereka yang sempat melakukan kontak.

“Untuk hari ini ada sekitar tiga sampai empat orang yang dilakukan swab test. Mereka menjadi prioritas untuk diambil sampelnya dan dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Parwiyati menjelaskan, sampai saat ini, para staf kecamatan dan orang-orang yang pernah kontak erat tidak mengeluhkan apapun atau memperlihatkan gejala. Meski begitu, mereka yang memiliki riwayat kontak erat akan dijadwalkan menjalani swab test pada Rabu (20/1) mendatang. (ren/ria)


(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news