alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

KTA Pasoepati Bakal Digratiskan, Kalau Ada Sponsor

19 Januari 2021, 15: 45: 23 WIB | editor : Perdana

Wakil Presiden terpilih DPP Pasoepati Agus Ismiyadi

Wakil Presiden terpilih DPP Pasoepati Agus Ismiyadi (ISTIMEWA)

Share this      

SOLO - Presiden dan wakil presiden Pasoepati terpilih periode 2021-2023 Maryadi Gondrong dan Agus Ismiyadi sepakat merencanakan pembuatan kartu tanda anggota (KTA) baru secara gratis. Dengan catatan, jika ada sponsor yang bisa ikut diajak bekerja sama. 

Menurut Maryadi, KTA mahal sebenarnya dianggap relatif. Hanya saja, dia menyadari Pasoepati berasal dari berbagai kalangan. Namun, kebanyakan dari ekonomi menengah ke bawah. Dari situlah, pihaknya ingin bekerja sama dengan sponsor untuk mengadakan KTA keanggotaan Pasoepati secara gratis.

"Insya Allah sudah ada sponsor. Tapi namanya belum bisa kami sebutkan. Jadi prosesnya, database akan diberikan ke korwil, lalu dikumpulkan di DPP Pasoepati dan baru diserahkan ke sponsor. Tetapi Pasoepati harus punya legalitas hukum dahulu," ucap Maryadi Gondrong.

Di lain sisi, saat sidang komisi AD/ART belum selesai karena terbentur waktu. Setelah rampung, DPP Pasoepati akan memasrahkan kepada Prof Pujiono selaku mantan sekjen Pasoepati dan pembuat AD/ART di awal berdirinya Pasoepati untuk mengurusnya.

"Prof Puji akan menambahkan atau mengurangi yang perlu di AD/ART. Setelah itu, baru amandemen kami jabarkan," tuturnya.

Sebelumnya DPP Pasoepati periode 2018-2020 pimpinan Aulia Haryo sempat meluncurkan KTA yang bekerja sama dengan sebuah bank. 

Wapres Pasoepati Agus Ismiyadi mengatakan, KTA periode sebelumnya masih dinilai kurang efektif. Meski niatannya bagus agar praktis, tapi alangkah baiknya KTA dikembalikan ke tujuan awal dengan menghitung database keanggotaan Pasoepati.

"Di sini jelas, anak pelajar merasa keberatan. Meski fitur KTA praktis dan multifungsi bisa untuk belanja dan masuk tol. Tidak semuanya anggota Pasoepati memakai mobil, melainkan kebanyakan motor, makanya tidak sesuai," ucapnya.

Menurutnya, dalam menentukan kebijakan, harusnya DPP Pasoepati bisa melihat situasi dan kondisi kebutuhan diri mayoritas anggotanya. 

"KTA kan sebagai bentuk pelayanan DPP. Kalau bisa ya semurah-murahnya diberikan. Itu prinsip saya. Kalau ada sponsor yang bekerja sama, kami gratiskan. Jika tidak ada, minimal kami minimkan harganya. Paling tidak Rp 10 ribu sudah jadi. Yang terpenting tetap database keanggotaan Pasoepati," ungkapnya.

Menurutnya, terpenting harus ada foto, data, dan alamat yang jelas guna database keanggotaan. Akan lebih baik jika ada verifikasi baru KTA. (ryn/nik/ria)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news