alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Ganjar Dorong Percepatan Vaksinasi Nakes: Masih Terkendala Soal Daftar

19 Januari 2021, 18: 00: 07 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau vaksinasi nakes di Puskesmas Manahan, Solo, Selasa (19/1).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau vaksinasi nakes di Puskesmas Manahan, Solo, Selasa (19/1). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) penyelenggara vaksinasi Covid-19 di Kota Bengawan, Selasa (19/1) siang. Dalam kunjungan tersebut, dia mengecek kesiapan tenaga kesehatan (nakes) maupun vaksinator, serta kecepatan vaksinasi yang dilakukan oleh pemkot. Apalagi, Pemprov Jateng berupaya melakukan langkah percepatan vaksinasi nakes.

Salah satu faskes yang ditinjau tadi siang adalah Puskesmas Manahan. Dalam kunjungan itu, Ganjar sempat berbincang dengan para nakes peserta vaksinasi tahap pertama. Tak hanya itu, orang nomor satu di Jateng itu juga berbincang dengan sejumlah vaksinator di puskesmas setempat, serta menengok alur vaksinasi yang dilakukan. 

"Selama beberapa hari pelaksanaan vaksinasi nakes, masih terkendala soal daftar. Padahal waktunya kan sudah ditentukan oleh kementerian. Contohnya seperti tadi (di Puskesmas Manahan), baru ada delapan nakes yang divaksin, harusnya bisa 15 nakes," terang dia.

Agar pelaksanaan vaksinasi lebih optimal, Ganjar meminta Kementerian Kesehatan untuk membuka data agar bisa diakses oleh dinas kesehatan (dinkes) di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten. Ini guna evaluasi yang lebih baik. 

Pemprov maupun pemda di wilayah Jawa Tengah pun siap berkontribusi. Bahkan jika harus mengimpun ulang data secara manual. Tujuannya agar vaksinasi bisa lebih cepat mencapai sasaran. "Ngalahi input data manual untuk percepatan, 3-4 hari ini kita maksimalkan," papar Ganjar.

Jika daerah diberikan wewenang untuk mengakses data tersebut, lanjut dia, penataan ulang pada proses penjadwalan bisa dilakukan lebih baik. Dengan demikian, target untuk merampungkan vaksinasi tahap pertama bisa lebih cepat. Mengingat sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan untuk itu juga sudah siap. 

"Kalau vaksinasi di puskesmas bisa 50 orang dan rumah sakit bisa 200 orang tiap harinya, maka akan lebih cepat. Saya sudah minta pada kepala dinkes di seluruh Jawa Tengah untuk ini (percepatan vaksinasi, Red). Sudah dikoordinasikan dengan Menkes (Budi Gunadi Sadikin), mudah-mudahan bisa lebih cepat kalau verifikasi datanya dari daerah," terang dia.

Kepala Dinkes Kota Surakarta Siti Wahyuningsih yang mendampingi Gubernur Ganjar membenarkan bahwa sistem pendataan peserta vaksinasi untuk nakes sudah mengalami perubahan. "Saat ini sistemnya berubah, dipermudah untuk melakukan vaksinasi disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Kami sudah dikirimi data nakes dari kementerian. Kita harus verifikasi nakes-nakes itu. Hanya saja, tidak ada keterangannya mereka bekerja di mana. Baru mulai kemarin siang. Kita kerja ekstra mendata SDM nakes lagi," kata dia.

Dengan sistem baru itu, masing-masing faskes bertanggung jawab untuk memvaksinasi para nakes yang dimiliki. Puskesmas dan rumah sakit bertanggung jawab pada nakesnya. Kemudian, dokter dan nakes lain yang praktik pribadi menjadi tanggung jawab di puskesmas masing-masing wilayah.

“Persentasenya sudah 14 persen dalam empat hari (vaksinasi). Lumayanlah, ke depan bisa makin cepat," papar perempuan yang akrab disapa Ning itu.

Berdasarkan data vaksinasi, hingga Senin (18/1), ada 1.912 nakes yang masuk P-Care (sudah terdaftar dan melakukan regristrasi). Dari jumlah itu, 1.605 nakes sudah terimunisasi, sedangkan yang ditunda ada 102 nakes. Penundaaan disebabkan masalah kesehatan atau tekanan darah tidak sesuai. Kemudian eklusi ada 16 nakes, rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) ada 92 nakes, dan yang tidak hadir ada 35 nakes.

"Yang tidak hadir inilah yang harus kita cari. Apa karena repot atau karena lainnya. Selain itu, juga ada beberapa nakes yang belum dapat SMS blast. Ada juga yang kesulitan melakukan regristrasi. Tapi akhirnya akan dipermudah sehingga bisa lebih cepat prosesnya," tutup Ning. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news