alexametrics
Rabu, 03 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Jelang Penetapan Paslon Gibran-Teguh, KPU Solo: BRPK Belum Terbit

20 Januari 2021, 15: 15: 12 WIB | editor : Perdana

Paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa akan ditetapkan sebagai pasangan wali kota-wawali terpilih.

Paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa akan ditetapkan sebagai pasangan wali kota-wawali terpilih. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta terus melakukan persiapan jelang penetapan wali kota dan wakil wali kota Surakarta, besok (21/1). Namun, hingga hari ini (20/1), dari Mahkamah Konstitusi (MK) justru belum menerbitkan buku register perkara konstitusi (BRPK).

Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan, BRPK ini merupakan bukti formal tidak ada sengketa hasil Pilwalkot Surakarta yang digelar Desember lalu. Dia menegaskan, BRPK tersebut bisa dijadikan dasar hukum KPU dalam menetapkan pasangan calon (paslon) pemenang pilwalkot, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa sebagai pasangan terpilih. 

"Belum kami terima (BRPK). Kami masih menunggu. Dengan BRPK tersebut bisa dijadikan landasan KPU menetapkan paslon Gibran-Teguh sebagai pemenang Pilwalkot Solo. Sebenarnya jadwal penebitannya Senin (18/1) kemarin," kata Nurul. 

KPU Surakarta, lanjut dia, tetap akan menunggu MK menerbitkan BRBK sampai hari ini. Jika BRBK bisa turun hari ini, KPU akan langsung menggelar rapat pleno terbuka dengan peserta terbatas.

"Aturan KPU RI, pada tanggal 21 Januari merupakan batas terakhir KPU daerah menetapkan paslon pemenang pilkada serentak 2020. Namun, surat BRPK belum ada, maka kami tidak berani untuk menetapkan," papar dia.

KPU sudah berkoordinasi dengan paslon dan partai politik pengusung, maupun ketua DPRD Kota Surakarta. Bahwa KPU memang belum mendapat surat resmi dari lembaga tinggi negara tersebut

"Kami sudah menyampaikan hal ini ke paslon, partai pengusung, dan ketua DPRD Solo. Karena beliaulah yang berkepentingan secara langsung untuk proses selanjutnya," papar dia.

Nurul juga menambahkan, pihaknya saat ini berencana mencetak beberapa undangan untuk beberapa tamu terbatas. Seperti paslon, ketua DPRD perwakilan partai pengusung, ketua Bawaslu, dan forkompimda Kota Bengawan

Namun, mengingat masih di masa pandemi Covid-19, KPU Surakarta tetap melakukan prokes. Yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan tidak berkerumun. KPU juga akan mengundang hanya 25 persen tamu undangan dari kapasitas tempat.

Di sisi lain, 350 personel gabungan akan diterjunkan demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses penetapan berlangsung. Kapolresta Surakata Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menuturkan, nantinya juga akan ada enam Tim Pengurai Kerumunan (TPK) yang akan melakukan patroli.

"Akan dipantau berkaitan dengan adanya potensi kerumunan dari para pendukung. Sudah ditegaskan, tidak ada konvoi besok, termasuk (tidak) nonton bareng di suatu titik tertentu. Karena itu termasuk dalam bentuk kerumunan, kami bubarkan. Silakan para pendukung menyaksikan di rumahnya masing-masing," papar Ade. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news