alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Vaksinasi Nakes di Boyolali Mungkin Awal Februari

21 Januari 2021, 06: 50: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina.

Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Boyolali tidak termasuk kabupaten atau kota prioritas vaksinasi Sinovac di Jawa Tengah. Baru empat daerah yang sudah jalani vaksinasi, terutama yang memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tinggi. Yakni Kota Semarang, Kota Solo, dan Kabupaten Semarang. Diprediksi, Boyolali baru terima jatah vaksinasi pada Februari.

Awalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali memprediksi vaksinasi akan digulirkan pekan ketiga Januari ini. Namun, sejuah ini program vaksinasi di empat daerah prioritas masih berjalan. Artinya, vaksinasi di Kota Susu (julukan Kabupaten Boyolali) berpotensi mundur lagi.

“Perkembangan vaksin di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah saat ini masih menyelesaikan tiga kabupaten atau kota prioritas. Sabar dulu menunggu semua daerah ini selesai,” terang Kepala Dinkes Boyolali Ratri S. Survivalina, Rabu (20/1).

Diakui Lina –sapaan akrab Ratri S. Survivalina–, setelah tiga daerah tersebut rampung, tak serta-merta Boyolali langsung dapat giliran. Kemungkinan vaksinasi lanjutan menyasar daerah lain yang angka kasus positifnya tinggi. “Jadi, kira-kira Boyolali baru bisa melaksanakan vaksinasi pada Februari,” terangnya.

Sebagai catatan, Kabupaten Boyolali akan menerima 8.846 dosis vaksin di tahap pertama. Menyasar 4.423 tenaga kesehatan (nakes). Terkait tempat penyimpanan vaksin, disiapkan ruangan instalasi farmasi di kantor dinkes. Termasuk puskesmas dan fasilitas kesehatan (faskes) pelayanan vaksinasi lainnya.

Sementara itu, selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Susu, terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dalam kurun tiga hari, ada penambahan 92 kasus. “Secara akumulatif kasus terkonfirmasi positif sampai saat ini 3.791,” imbuh Lina.

Dari jumlah tersebut, 184 orang masih dirawat di rumah sakit dan 158 lainnya jalani isolasi mandiri di rumah. Sedangkan 3.336 orang sembuh dan 113 orang meninggal dunia. “Berdasarkan indikator yang digunakan dalam penilaian Covid-19, Boyolali masih zona oranye atau risiko sedang,” paparnya.

Mengantisipasi lonjakan pasien, dinkes sudah menambah ruang perawatan pasien Covid-19. Baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waras Wiris maupun RSUD Pandan Arang. “Di RSUD Pandan Atang sudah memperluas Bangsal Mpu Kanwa jadi 22 bed. Saat ini sudah terisi sekitar 20 pasien,” ungkapnya. (wid/fer)

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news