alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo
Pelanggaran SE Wali Kota Solo Terkait PPK

2 Warung Makan dan 1 Tempat Karaoke Ditutup Paksa

21 Januari 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Satpol PP Kota Surakarta mendata warung makan yang masih buka, Selasa malam (19/1).

Satpol PP Kota Surakarta mendata warung makan yang masih buka, Selasa malam (19/1). (ISTIMEWA)

Share this      

SOLO – Sikap tegas dilakukan Pemkot Surakarta terhadap pelanggar  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dua warung makan dan satu lokasi karaoke terpaksa ditutup sementara karena abai terhadap aturan.

“Dua warung makan kami tutup. Satu di Jalan Menteri Supeno dan lainnya di Jalan Brigjen Katamso. Untuk karaoke yang ditutup di Jalan Urip Sumoharjo,” ujar Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan, Rabu (20/1).

Arif mengatakan, sebelumnya aparat gabungan juga sempat menghentikan operasional sejumlah toko modern yang melanggar jam operasional dan game center (online) lantaran masih nekat beroperasi melebihi batas waktu yang ditetapkan.

“Penutupan toko modern seperti minimarket dan game online sudah dilakukan. Hari pertama dan kedua, mereka melanggar jam operasional karena masih buka sampai jam delapan lalu kami tutup,” papar Didik.

Upaya penertiban dengan surat peringatan hingga penutupan lokasi usaha itu kemudian akan diserahkan ke OPD terkait untuk pembinaan. Durasi penutupan sebagai bentuk pendisiplinan pun ditentukan oleh OPD terkait sekalipun batas maksimal penutupan bisa sampai dua bulan, praktinya tergantung kebijakan masing-masing.

“Misalnya untuk dua warung itu di bawah pengawasan dinas perdagangan, nanti bagaimana pembinaan dilakukan dinas terkait. Jadi kewenangannya diserahkan ke masing-masing dinas yang mengurusi jenis usaha itu. Kalau cipta kondisi hanya pengawasan dan menindak pelanggaran, pembinaan ada di OPD terkait,” jelas dia.

Disinggung soal sejumlah usaha yang sudah mendapat SP2, Arif memastikan pihaknya akan terus menindak tegas bahkan tidak segan menutup usaha. Dia berharap seluruh masyarakat Kota Bengawan bisa mematuhi aturan selama penerapan PPKM dan tentunya rutin memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan (4M).

“Pandemi ini adalah masalah kita bersama, semua terdampak. Mari ikut menahan diri untuk mematuhi rantai Covid-19,” ujarnya.

Pelanggaran juga terjadi pada Selasa malam (19/1). Satpol PP Kota Surakarta menghentikan live music di salah satu angkringan di Jalan K.H Samanhudi, Laweyan.

Sejumlah petugas satpol PP didampingi aparat TNI-Polri dan sejumlah petugas pengawasan dari organisasi perangkat daerah (OPD) langsung meminta pengelola angkringan itu untuk menghentikan live music yang sedang berlangsung. Pengelola mendapat teguran keras karena masih melanggar ketentuan Nomor 067/036 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Surakarta.

Sekretaris Satpol PP Kota Surakarta Didik Anggono yang memimpin langsung giat cipta kondisi itu langsung memberikan surat peringatan pertama (SP 1) pada pengelola tempat usaha. Pihaknya juga menempel stiker berisikan imbauan tentang aturan PPKM di salah satu sudut angkringan itu.

“Kami tertibkan karena masih ada live music dan masih menyediakan banyak tempat duduk. Live music itu kami hentikan, sementara tempat duduknnya kami minta diganti dengan kursi satuan. Kalau masih bangku panjang meski sudah diberi tanda silang-silang pasti akan tetap diduduki kalau sedang penuh. Kami layangkan SP 1 karena pelanggaran ini,” jelas dia.

Hingga saat ini Satpol PP Kota Surakarta telah melayangkan 150 surat peringatan kepada perorangan maupun pelaku usaha. Baik dari usaha kuliner, hiburan maupun, sarana olahraga. Dilihat dari sasaran penertiban, masih sama dengan beberapa hari terakhir. Bedanya kali ini rata-rata surat peringatan itu merupakan SP 2. Bila sekali lagi melanggar aturan akan langsung ditutup oleh Satpol PP Kota Surakarta.

Pengelola angkringan menerima peringatan dari satpol PP. Mereka berjanji akan mematuhi aturan yang telah ditetapkan Pemkot Surakarta.

“Sejak dulu memang tempat kami ada live music. Kami tidak tahu jika PPKM tidak diperbolehkan ada live music. Sesuai arahan petugas akan kami tiadakan dulu,” kata pengelola angkringan, Pipin di sela penertiban.

Selain mendapat teguran soal live music, pengelola juga ditegur karena masih menyediakan kursi-kursi panjang melebihi kapasitas 25 persen dari kapasitas total yang diatur dalam SE PPKM itu. Pengelola diarahkan untuk mengganti kursi panjang dengan kursi tunggal dan menyimpan sebagian kursi lainnya agar tidak diduduki pengunjung.

“Sebenarnya kami sudah menerapkan kapasitas 25 persen. Hanya karena masih ada kursi panjangnya diberi silang-silang diminta diganti kursi-kursi tunggal saja,” beber Pipin. (ves/mg1/bun)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news