alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Pengungsi Gempa Sulbar asal Jateng Tiba di Solo, Karantina Dulu di STP

21 Januari 2021, 22: 40: 39 WIB | editor : Perdana

Pengungsi gempa Majane dan Mamuju telah berada di Solo Tecnopark, Kamis (21/1).

Pengungsi gempa Majane dan Mamuju telah berada di Solo Tecnopark, Kamis (21/1). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pengungsi gempa di Mejene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), asal Jawa Tengah tiba di Solo Technopark, Kamis (21/1). Mereka bakal ditampung sementara sebelum kembali ke daerah masing-masing. Segala kebutuhan selama tinggal ditanggung Pemkot Surakarta.

Sebanyak 54 pengungsi diberangkatkan dari Makassar, Sulawesi Selatan melalui jalur udara dengan pesawat Hercules milik TNI AU. Mereka mendarat di Lanud Adi Soemarmo sekitar pukul 10.35. Setelah itu, langsung diarahkan menjalani rapid test antigen. Hasilnya, lima pengungsi dinyatakan reaktif. 

Lima orang tersebut semula hendak diarahkan ke Asrama Haji Donohudan. Namun karena beberapa alasan, mereka akhirnya dibawa dan tinggal sementara di Solo Technopark (STP). 

“Sementara diisolasi dulu di sini (Solo Technopark). Kalau hasilnya positif, akan diarahkan ke Asrama Haji Donohudan. Kalau bergejala, akan dibawa ke faskes yang menangani,” papar Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, kemarin (21/1).

Kelima pengungsi yang reaktif itu kemudian ditempatkan di lokasi terpisah dari puluhan pengungsi lainnya yang tiba lebih dulu di lokasi yang sama. Tujuannya agar kelima pengungsi yang reaktif itu tidak menulari para pengungsi lainnnya yang didominasi oleh anak dan perempuan. 

“Kami tempatkan di lokasi yang terpisah biar pengungsi lain tidak tertular . Ada ruangan khusus yang bisa dipakai oleh mereka yang reaktif. Jadi biar lebih aman,” jelas dia.

Selanjutnya puluhan pengungsi yang nonreaktif ditempatkan di sejumlah kamar di lantai dua bangunan itu. Masing-masing keluarga mendapat kamar khusus agar bisa tidur dan menyimpan barang mereka dengan lebih baik. 

“Jadi yang keluarga kamarnya biar jadi satu dengan anggota keluarganya yang lain. Ini kan banyak anak-anak. Biar jadi satu dengan orang tuanya. Fasilitas di sini sudah siap semua. Kamarnya siap, ada lemari juga tinggal pakai saja,” kata Rudy.

Pemkot memastikan semua kebutuhan pengungsi akan dipenuhi dengan baik. Mulai dari makan harian hingga kebutuhan untuk pakaian ganti. Pihaknya berharap Solo Technopark bisa menjadi lokasi pengungsian yang layak ditinggali para korban bencana dari Sulbar. 

“Mestinya di  sini lebih baik daripada lokasi pengungsian mereka sebelumnya. Makanya, nanti ada dapur umum dari BPBD. Kalau butuh pakaian, bisa kami carikan untuk pakaian ganti mereka sementara tinggal di sini,” ujarnya.

Salah seorang pengungsi dari Mamuju Kota, Sulawesi Barat sempat menanyakan sejumlah fasilitas yang akan disiapkan para pengungsi saat tinggal sementara ini. 

Dia bersyukur karena Pemkot Surakarta memastikan untuk memenuhi segala kebutuhan para pengungsi. Bahkan, pemkot siap mengantar para pengungsi yang hendak pulang ke tempat kerabat di Solo dan sekitarnya. 

“Saya ada rumah di Magelang. Saya tanyakan kalau mau pulang bagaimana? Ternyata wali kota siap mengantar sampai rumah, tapi syaratnya harus menunggu karena harus jalani swab test dulu untuk memastikan kesehatan kami,” ucap Mahrus, pengungsi yang hendak balik ke Magelang.

Para pengungsi diizinkan pulang dengan syarat bebas dari Covid-19 usai menjalani swab test yang dijadwalkan besok (22/1). Bila dinyatakan negatif, mereka boleh pulang secara mandiri, dijemput, atau difasilitasi oleh Pemkot Surakarta. 

“Kalau hasilnya negatif, mereka bisa pulang. Kalau positif, akan dikoordinasikan dengan otoritas kesehatan di wilayah tujuan,” imbuh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani. (ves/mg1/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news