alexametrics
Rabu, 03 Mar 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Asesmen Nasional Ditunda, Sekolah tetap Kebut Daftar Nama Siswa

22 Januari 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Praktikum perdana di lab SMK swasta di Kota Solo. Kendati AN SMK ditunda hingga akhir tahun, Cabdin VII Disdikbud Jateng minta sekolah siapkan sarpras dan DNS.

Praktikum perdana di lab SMK swasta di Kota Solo. Kendati AN SMK ditunda hingga akhir tahun, Cabdin VII Disdikbud Jateng minta sekolah siapkan sarpras dan DNS. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Asesmen Nasional (AN) rencananya akan digelar Maret. Namun belakangan, muncul kabar ditunda hingga akhir tahun. Mengingat kasus positif Covid-19 di Indonesia cukup tinggi. Kendati demikian, sekolah diminta tetap persiapkan daftar siswa peserta AN.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejauh ini belum keluarkan surat edaran penundaan AN. Dapat kabar penundaan tersebut, Cabang Dinas (Cabdin) VII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta dorong sekolah matangkan sarana-prasarana (sarpras) pendukung.

Kepala Cabdin VII Disdikbud Provinsi Jateng Suyanta mengaku sekolah siap jika sewaktu-waktu AN digelar. Persiapan meliputi komputer, petugas jaringan, hingga satgas covid-19 tingkat sekolah.

“Prinsipnya siap. Karena AN ini tak perlu persiapan khusus. Rencanaya pengajuan DNS (daftar nama siswa) peserta AN dilakukan Februari. Dilanjutkan verifikasi yang mencakup apakah nama yang disetorkan sudah benar, anaknya duduk di kelas XI atau tidak, dan sebagainya,” ungkap Suyanta saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/1). 

Suyanta menambahkan, persiapan tahap pertama mencakup sosialisasi. Baik kepada guru, siswa, maupun orang tua. Dilanjutkan penetapan dan verifikasi DNS. Hanya 45 siswa kelas XI. Setelah diverifikasi dan ditetapkan, dilanjut uji coba sistem AN.

“Saya imbau agar sekolah mengikuti uji coba dari provinsi saja. Tidak perlu iji coba mandiri. Karena AN ini untuk perbaikan sistem pendidikan sekolah. Jadi apa adanya saja. Agar solusi yang diberikan pemerintah tepat sasaran. Jadi tidak perlu persiapan khusus,” urainya.

AN jenjang SMA/SMK sederajat nantinya dibagi menjadi tiga kategori. Yakni asesmen kompetensi minimal (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Mengingat selama ini mutu pendidikan di Indonesia masuk kategori rendah. Baik bidang literasi, numerasi, maupun sains.

AN diperlukan untuk mengetahui mutu dan potret pendidikan di sekolah. AKM terbagi menjadi dua, yakni literasi dan numerasi. Selain AKM, survei karakter dan lingkungan belajar akan dikerjakan oleh siswa.

“Data peserta AN nanti ditentukan pusat. Siswa yang ditunjuk ini mengerjakan ketiga kategori itu. Sedangkan seluruh guru mengerjakan survei lingkungan belajar,” bebernya. 

AN dilaksanakan online dengan computer based test (CBT). Soal yang diujikan berupa pilihan ganda, menjodohkan, dan esai. Level soal disesuaikan kemampuan siswa. Dimulai dengan soal umum. Semakin siswa bisa menjawab, level soal dinaikkan. Begitu sebaliknya. 

Kepala Disdik Kota Surakarta Etty Retnowati menambahkan, belum ada pengumuman resmi terkait penundaah AN. Dia baru menerima surat edaran terkait pendataan DNS  siswa kelas IV (SD) dan VIII (SMP).

“Mungkin mundur jadi September. Kami sudah kirimkan DNS. AN memang tidak perlu persiapan khusus karena tidak seperti UN (ujian nasional). Ini menunggu petunjuk dari pusat terkait petunjuk teknis pelaksanaan,” katanya. 

Terkait persiapan yang harus dilakukan sekolah, hanya terkait sarpras pendukung AN. Seperti kelengkapan komputer, jaringan, dan sarpras protokol kesehatan (prokes). “Sekolah sudah siap karena persiapan diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS),” paparnya. (rgl/fer)

(rs/rgl/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news