alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Dongkrak Konsumsi Ikan di Jateng, KKP Tebar 500 Ribu Benih di Embung

23 Januari 2021, 06: 05: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Bupati Klaten Sri Mulyani tebar benih nilem di Embung Karangasem, Cawas, Jumat (22/1).

Bupati Klaten Sri Mulyani tebar benih nilem di Embung Karangasem, Cawas, Jumat (22/1). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI gelontorkan bantuan benih ikan air tawar konsumsi untuk Klaten. Jumlahnya mencapai 500 ribu ekor. Sebagai upaya mendorong masyarakat untuk gemar mengonsumsi ikan. Terutama di pulau Jawa.

KKP mengakui angka konsumsi ikan di Pulau Jawa masih di bawah rata-rata nasional. Yakni 39 kilogram (kg) per kapita per tahun. Seperti diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto usai tebar benih ikan di Embung Karangasem, Kecamatan Cawas, Jumat (22/1).

“Embung fungsinya tidak sekadar pengendalian air saja. Tetapi juga memiliki fungsi ekonomi dan ketahanan pangan. Termasuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Itu yang menjadi sasaran kami,” terangnya.

Slamet menambahkan, angka konsumsi ikan nasional di kisaran 59 kg per kapita per tahun. Tak heran, KKP mendorong peningkatan konsumsi ikan di Klaten yang masuk area Jawa Tengah. Apalagi, harga daging sapi saat ini melonjakan. Sehingga ikan bisa jadi alternatif pemenuhan kebutuhan pangan.

“Kami tebar 100 ribu ekor ikan nilem di Embung Karangasem. Tapi secara keseluruhan, terdapat 500 ribu ekor benih ikan tawar konsumsi yang akan kami berikan. Nanti bisa ditebar di lima embung di Klaten. Harapannya bisa meningkatkan perekonomian warga,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten Widiyanti menyebut angka konsumsi ikan di Klaten 20,4 kg per kapita per tahun. Hal tersebut tentunya masih jauh dengan rata-rata angka konsumsi tingkat nasional.

“Untuk produksi ikan tawar di Klaten setiap tahunnya sekitar 28 ribu ton dari hasil budidaya. Sedangkan dari hasil tangkapan sekitar 75 ton. Memang angka konsumsi ikan di Klaten masih rendah,” ungkapnya.

Rendahnya angka konsumsi ikan di Kota Bersinar dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya kesulitan temui komiditas ikan segar di pasaran. Terutama kawasan pelosok.

“Mungkin karena belum terbiasa mengonsumsi ikan. Beda dengan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, pasti sudah terbiasa. Di samping itu, masyarakat lebih memilih daging ayam karena penyajiannya lebih mudah,” bebernya.

Hadir dalam kegiatan, anggota Komisi IV DPR RI Sunarna. Dia menyebut Embung Karangasem mulai ramai dikunjungi wisatawan. Menyajikan pemandangan alam berupa barisan perbukitan seribu.

“Saya harap ikan yang ditebar di embung ini cepat besar. Meskipun makanan dari ikan itu lumut, tetapi alangkah baiknya diberi pakan biar cepat besar. Kalau sudah besar, bisa dipancing masyarakat,” ucapnya.

Pria yang juga suami bupati Klaten ini berharap, kegiatan tebar benih mendorong budidaya ikan air tawar. Akhirnya berdampak pada peningkatan konsumsi ikan. Supaya masyarakat dalam pemenuhan gizi sehari-hari tidak hanya bertumpu pada daging ayam dan sapi. (ren/fer)

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news