alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Kerangka Kabinet DPP Pasoepati 2021-2023 Mulai Dibentuk

23 Januari 2021, 09: 10: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Presiden Pasoepati Aulia Haryo (tengah) bersanding dengan presiden Pasoepati terpilih Maryadi Gondrong, dan wapres terpilih Agus Ismiyadi.

Presiden Pasoepati Aulia Haryo (tengah) bersanding dengan presiden Pasoepati terpilih Maryadi Gondrong, dan wapres terpilih Agus Ismiyadi.

Share this      

SOLO, Radar Solo – Presiden Pasoepati terpilih Maryadi Gondrong dan wakil presiden terpilih Agus Ismiyadi masih menunggu kejelasan jadwal pelantikannya. Yang mana waktunya belum ditentukan oleh Majelis Pasoepati. 

Jika itu sudah terselenggara,  tinggal pelantikan kabinet DPP Pasoepati periode 2021-2023 akan segera dilaksanakan. 

"Harapan saya sebelum HUT Pasoepati bulan depan (9/2), sudah terlaksana dua agenda itu.  Atau malah dipasin pas momen tersebut pelantikannya juga tak masalah. Untuk bulan ini sepertinya tak mungkin,  karena masih dalam status PSBB," ujar Gondrong kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin. 

Ditanya soal kerangka kabinet bentukannya,  Gondrong mengakui baru 60 persen posisi terisi.  Ada beberapa nama yang disodorkan untuk masuk kabinet,  ternyata belum mengiakan. 

"Rencana saya mau ketemu dengan mas Anwar (Sanusi) dulu.  Saya ingin mendapatkan beberapa masukan darinya.  Kira-kira ada bayangan sosok yang pas tidak untuk mengisi beberapa posisi," ujarnya. 

Gondrong mengakui Anwar Sanusi yang merupakan dedengkot Pasoepati Boyolali sempat disodorkan posisi sebagai wapres di kabinet mendatang.  Sayang mantan wapres Pasoepati periode pertama tersebut menolaknya. 

"Mas Anwar saya tawari sekjen atau wasekjen  menolak. Alasannya karena kesehatan dan waktu. Begitu juga dengan Agus Warsoep (mantan capres)  jadi sekjen,  tapi kayaknya gak mau juga. Alasannya ingin fokus sebagai dirigen saja," tutur Gondrong. 

Untuk pasangan Agus Warsoep di kongres kemarin,  Beto besar kemungkinan akan mengisi pos bidang kreativitas. 

"Yang pasti saya mencari sosok yang dirasa pas untuk mengisi posnya.  Tentu harapannya punya waktu lebih untuk organisasi.  Saya juga minta masukan ke Warsoep kira-kira ada sosok anak muda yang pas tidak untuk mengisi beberapa posisi," ujarnya.

Tiap pimpinan punya kebijakan berbeda. DPP Pasoepati periode 2013-2018 pimpinan Bimo Putranto, diisi beberapa pos. Seperti menteri dalam negeri; sekjen; menhankam (menteri pertahanan dan keamanan); menteri keuangan; menteri luar negeri; menteri sosial, dan menteri hukum dan HAM. Ada juga posisi menteri koperasi dan usaha; menteri kreativitas, dan posisi menkominfo (menteri komunikasi, informasi, dan media sosial). Satu pos terdiri dari dua hingga delapan sosok yang mengembannya.

Sementara itu kabinet 2018-2020 pimpinan Aulia Haryo Suryo berpasangan dengan Surya Panca selaku wapres ternyata memberlakukan kebijakan. Jika sebelumnya posisi menteri kreativitas diisi oleh seorang dirigen, ternyata periode sebelumnya tidak diberlakukan.

Selain itu ada sektor baru di kabinet, yakni menteri peranan Srikandi, dan juga menteri agama. Sedangkan 10 posisi lainnya masih ada dan diisi mayoritas sosok-sosok baru. (nik)

(rs/NIK/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news