alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Batal Di-Swab, Pengungsi Lega Diantar Pulang Ketemu Keluarga

23 Januari 2021, 09: 30: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Armada feeder bersiap mengantarkan pengungsi dari Sulawesi Barat yang ditampung di Solo Technopark ke rumah kerabat, Jumat (22/1).

Armada feeder bersiap mengantarkan pengungsi dari Sulawesi Barat yang ditampung di Solo Technopark ke rumah kerabat, Jumat (22/1). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Harapan 54 pengungsi dari Sulawesi Barat yang ditampung di Solo Technopark untuk segera bertemu keluarga terkabul. Mereka diantar pulang menggunakan armada Batik Solo Trans (BST) dan feeder, Jumat (22/1). Itu setelah semuanya dipastikan bebas dari Covid-19.

Supoyo, pengungsi asal Mamuju Kota, Sulawesi Barat mengaku lega karena sudah diizinkan pemkot bertemu kerabat. Dia dan keluarganya segera menuju kampung halaman di Jumantono, Karanganyar.

“Sudah dicek kondisi kesehatannya. Semua baik. Kami juga diberi vitamin. Ini langsung balik ke Karanganyar. Kebetulan masih ada rumah dekat dengan saudara-saudara di sini,” terangnya.

Pria 48 tahun itu mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah, terutama pemkot yang telah memfasilitasi penampungan hingga diantar bertemu kerabat.

"Saya bersyukur sudah banyak dibantu. Pemerintah tetap peduli pada masyarakatnya. Sementara di sini dulu (Karanganyar), nanti baru dipikirkan untuk kembali ke Mamuju," kata dia.

Sementara itu, Mahrus, warga Mamuju Kota yang sehari-hari membuka jasa pijat tradisional mengatakan akan kembali Cokro, Grabak, Kabupaten Magelang guna menenangkan diri sembari memikirkan upaya perbaikan rumahnya yang hancur di Mamuju Kota.

"Sementara di Magelang dulu. Kalau situasi di Mamuju sudah aman dan ada panggilan pijat baru ke sana lagi. Soalnya pelanggan di sana banyak yang pejabat," ungkapnya.

JUmat siang, puluhan pengungsi dari Majene dan Mamuju meninggalkan Solo Technopark sekitar pukul 13.00 menggunakan armada BST dan feeder, sedangkan yang sebelumnya dinyatakan reaktif hasil rapid test antigen diantar menggunakan ambulans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta.

"Secara fisik mereka sudah sehat. Trauma yang dialami juga sudah berkurang, sehingga mereka diantar ke tempat tujuan masing-masing. Sebagian saja yang dijemput keluarga. Sekitar tujuh pengungsi," terang Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Surakarta Evi Maharani.

Adapun tujuan pengungsi yakni, 22 orang ke Karanganyar, 10 kepala keluarga (KK) ke Sukoharjo, empat ke Sragen, tiga ke Demak, dan dua ke Magelang. Khusus pengungsi tujuan Karanganyar, diantar ke pendapa rumah dinas bupati karena ada penyambutan Bupati Juliyatmono.

Sebelum dipulangkan, kesehatan pengungsi dicek. Mereka juga mendapatkan trauma healing dari Pemkot Surakarta. Bagi yang sebelumnya dinyatakan reaktif usai rapid test antigen, Dinsos Kota Surakarta berkoordinasi dengan dinkes daerah tujuan.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menjelaskan, pemulangan para pengungsi telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan. (mg1/ves/wa)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news