alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Adanya PPKM Membuat Fighter MMA Susah Cari Lawan Tanding

25 Januari 2021, 06: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Angga (Kiri) dan Yacub Christ Nugroho saat berlatih di Onfire Indonesia belum lama ini.

Angga (Kiri) dan Yacub Christ Nugroho saat berlatih di Onfire Indonesia belum lama ini. (ANGGA FOR RADAR SOLO)

Share this      

SOLO, Radar Solo – Adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sedikitnya telah merugikan banyak pihak. Termasuk merambah ke bidang olahraga, salah satunya pada agenda latihan cabor mixed martial arts (MMA).

Hal tersebut diungkapkan oleh petarung profesional One Pride MMA asal Solo Angga Yudha Trinamers dan Yacub Christ Nugroho. Yacub adalah atlet binaan Camp Onfire Indonesia di Laweyan. Dia mengungkapkan, pembatasan demi pembatasan yang diterapkan pemerintah hanya akan menimbulkan polemik di dalam pekerjaanya sebagai petarung bebas ini. Sehingga bertolak belakang akan fungsi olahraga yang sebenarnya bertujuan meningkatkan keseimbangan tubuh untuk menaikkan daya imunitas bagi masyarakat.

Meski tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Camp Onfire dan tempat fitnes DNA fit (satu gedung dengan Onfire) terkena dampak pelarangan buka. Padahal, segenap prokes diterapkan, seperti pembatasan jumlah peserta, pengadaan tempat cuci tangan, hingga penyemprotan cairan disinfektan dilakukan setiap minggunya.

Meski begitu, kegiatan latihan atlet profesional One Pride asal Solo ini tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan yang sudah dijadwalkan pada 2021.

“Pemerintah Surakarta tidak pernah ada apresiasi atas prestasi kami, namun hanya memberikan aturan yang menekan kami untuk tidak bisa fokus dalam berlatih. Semoga bisa menjadi acuan untuk mengoreksi ketetapan aturan-aturan. Tentunya tidak hanya melihat dari satu sisi saja, tanpa berkomunikasi kepada masyarakat,” ucap Yacub, Rabu (20/1).

Di lain sisi adanya PPKM tidak mempengaruhi jadwal pertandingan One Pride MMA di Jakarta. Hanya saja, yang membedakan bisa digelar karena penerapan prokesnya yang ketat sesuai kebijakan pemerintah DKI Jakarta.

Yacub sendiri mengakui selama PPKM cukup menyulitkan petarung profesional untuk bisa mencari lawan sparing sepadan saat latihan. “Selama ini kami tim Onfire Indonesia kebetulan bermain di beda kelas, tergantung berat badan. Pembatasan yang diberikan membuat kami tidak dapat melakukan observasi di kelompok yang lain. Sehingga untuk mencari sparing partner yang sepadan, perlu adanya kerja sama bahu membahu untuk improve skill individu,” jelasnya.

Warga asal Mojosongo ini mengungkapkan, dia akan kembali naik ring di One Pride, Maret mendatang. Untuk lawan belum ada kepastian, karena menunggu konfirmasi dari pihak matchmaker. (ryn/nik)

(rs/NIK/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news