alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Bupati-Wabup Awali Vaksinasi Covid-19 di Sragen

25 Januari 2021, 06: 10: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Bupati-Wabup Awali Vaksinasi Covid-19 di Sragen

SRAGEN, Radar Solo – Bupati dan wakil bupati Sragen bersama Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) akan mengawali vaksinasi di gedung VIP RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen hari ini (25/1). Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen menargetkan akhir Januari  ini semua tenaga kesehatan (nakes) selesai divaksin.

Kepala Dinkes Sragen Hargiyanto mengungkapkan, jadwal vaksinasi akan dilaksanakan Senin ini (25/1). Dalam vaksinasi hari pertama ini Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati  Dedy Endriyatno akan divaksinasi pada tahap pertama. “Kami rencanakan vaksinasinya Senin pukul 08.00," ujarnya Minggu (24/1).

Dalam pencanangan vaksin, ada 10 pejabat dan tokoh akan mengawali vaksinasi. Selain bupati dan wabup serta forkompimda, ada tokoh agama dan organisasi. Lantas vaksinasi dilanjutkan ke nakes. Targetnya Kamis (28/1) semua nakes harus sudah divaksin semua. Lokasi di fasilitas kesehatan (faskes) yang ada vaksinator. ”Dari 25 puskemas sudah latihan vaksinator. Untuk rumah sakit kami rapatkan lagi besok (hari ini) pukul 11.00,” terang Hargiyanto. 

Dinkes harus memutar otak agart mencapai target 28 Januari rampung. Dia menyampaikan ada 4.980 nakes yang sudah tercatat. Nakes yang belum tercatat tahap kedua didaftarkan kembali. ”Nanti pelayanan publik dan mereka yang rentan seperti satpol PP dan TNI/Polri akan mendapat prioritas selanjutnya,” terangnya.

Sementara Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sragen Tri Raharno menyampaikan, Kabupaten Sragen mendapat 10 ribu vaksin jenis Sinovac single dosis dari Provinsi Jawa Tengah. "Sasaran yang dialokasikan 4.980 tenaga medis. Target Januari bisa terselesaikan pada tahap pertama," terang Tri. 

Penyuntikan pada tahap pertama dan tahap kedua adalah 14 hari. Fasilitas faskes terdiri dari 11 rumah sakit dan 25 puskesmas. Mereka yang akan divaksin yakni tidak komorbid atau memiliki penyakit penyerta yang berisiko. Berusia antara 15-59 tahun dan tidak pernah terjangkit Covid-19 sebelumnya. Untuk nakes sejumlah 4.980 di Sragen. Nanti akan disaring kembali yang sudah terjangkit Covid-19 atau belum.  

“Kalau sudah pernah kena dianggap sudah muncul antibodi. Jadi nanti ada tahap skrining,  kita akan mengetahui sudah kena atau tidak atau komorbid atau tidak,” ujarnya.  (din/bun)

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news