alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Prioritas Anggaran 2021 untuk Penanganan Covid-19

25 Januari 2021, 06: 30: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serahkan Raperda Perubahan Tata Ruang dan Wilayah kepada Bupati Klaten Sri Mulyani dalam rapat paripurna di gedung DPRD setempat.

Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serahkan Raperda Perubahan Tata Ruang dan Wilayah kepada Bupati Klaten Sri Mulyani dalam rapat paripurna di gedung DPRD setempat. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – APBD Kabupaten Klaten tahun anggaran 2021 telah disetujui dalam rapat paripurna DPRD Klaten, Desember 2020 lalu. Ditandai penandatangan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan DPRD.

Pendapatan daerah disetujui Rp 2,158 triliun atau tepatnya Rp 2.158.755.217.551. Sedangkan belanja daerah Rp 2,348 triliun atau tepatnya Rp 2.348.620.592.894. Sebelum akhirnya disampaikan kepada gubernur Jawa Tengah untuk dievaluasi. Fokus utama APBD 2021 pada penanganan Covid-19. Mendukung penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan sosial.

“Fokus kami masih kaitannya dengan penanganan Covid-19. Jadi anggaran-anggaran di Kabupaten Klaten, baik dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) hingga dinas kesehatan (dinkes), semuanya arahnya ke situ,” ucap Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Minggu (24/1).

Hamenang mengakui banyak anggaran kena refocusing. Dampaknya, banyak infrastruktur belum dikerjakan tahun ini. Disamping itu, pemulihan ekonomi di Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) juga masuk skala prioritas. Mengingat selama ini para pelaku UKM juga terdampak pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 belum selesai. Dampaknya, masyarakat paling merasakan. Terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Khususnya UKM kuliner. Meski basis penjualannya masih bisa dilakukan secara online,” imbuhnya.

Bupati Klaten Sri Mulyani menambahkan, bantuan sosial (bansos) pangan bagi warga terdampak pandemi distop. Baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah maupun Pemkab Klaten. Dialihkan ke program yang ada di tiap organisasi perangkat daerah (OPD).

“Bantuan kami wujudkan dalam bentuk program. Seperti pemulihan ekonomi maupun bantuan usaha. Sebelumnya masih jaring pengaman sosial (JPS) dan tidak diperpanjang,” ucapnya.

Sementara itu, alokasi anggaran APBD 2021 untuk penanganan Covid-19 dibagi untuk pemulihan ekonomi Rp 109,9 miliar. Sedangkan penanganan kesehatan sekitar Rp 92,8 miliar dan penanganan sosial Rp 17,3 miliar. (ren/fer)

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news