alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Pasoepati Ulang Tahun, Ini Harapan di Usia ke-21

10 Februari 2021, 10: 35: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Suasana perayaan syukuran HUT Pasoepati ke-21 yang digelar di Museum Titik Nol Pasoepati, kemarin  (9/2).

Suasana perayaan syukuran HUT Pasoepati ke-21 yang digelar di Museum Titik Nol Pasoepati, kemarin (9/2). (ANANG YUNIAR/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO, Radar Solo – Kemarin (9/2), Pasoepati tepat berusia 21 tahun. Perayaan digelar dengan cukup sederhana di  Museum Titik Nol Pasoepati, Nusukan. Lokasi ini 9 Februari 2000 dijadikan sebagai tempat berdirinya komunitas suporter terbesar di Kota Solo tersebut.

Di usia ke-21, Wakil Presiden Pasoepati Agus Ismiyadi mengaku berharap komunitas ini  mendapat legalisasi secara organisasi.

Untuk merealisasikan itu, pasangan dari presiden Pasoepati Maryadi "Gondrong" tersebut segera melakukan beberapa langkah. Salah satunya adalah melantik kabinetnya, khususnya Kementerian Hukum dan HAM yang nantinya akan bertugas mendaftarkan organisasi Pasoepati agar mendapat legalitas secara hukum. Namun sebelum itu, rumusan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) harus jelas terlebih dahulu.

Baca juga: Viral Nama Ganjar pada Soal Buku Tiga Serangkai: Itu Bukan Gubernur

"Rumusan AD/ART akan dirapatkan pada sidang pleno yang dihadiri oleh majelis dan korwil Pasoepati," ucap Agus kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (9/2).

Menurutnya, sidang pleno harusnya sudah terlaksana pada kongres lalu. Namun karena terbatasnya waktu, terpaksa harus diundur.

Untuk menjadi badan hukum, AD/ART Pasoepati yang paling disorot adalah maksud dan tujuan Pasoepati. Zaman dulu, Pasoepati dimaksudkan untuk mendukung persatuan sepak bola dan seluruh olahraga di Kota Solo. Hanya saja, persatuan di sini  saat ini diberikan ke Persis Solo.

"Sebenarnya maknanya sama, tapi di luar khusus kan bisa mendukung yang lainnya," tuturnya.

Selain itu, peraturan kuota dubes dan korwil menjadi pro dan kontra. Misal Tangerang dan Bekasi yang sebelumnya berstatus korwil, di dalam AD/ART berstatus dubes.  

"Seharusnya jika syarat dipenuhi, harusnya dipermudah agar organisasi semakin besar. Mungkin kemarin ada sedikit berbeda pendapat wajar saat perumusan. Tetapi harusnya nanti dirumuskan kembali," ungkapnya.

Di luar itu, Agus yakin tahun ini Pasoepati bisa dilegalisasi baik berbadan hukum organisasi maupun perkumpulan.

"Jika nanti dilegalkan, independensi Pasoepati tetap. Jadi walaupun nanti akan dapat bantuan dari pemerintah, kami punya AD/ART sebagai acuan. Tetapi memang tidak menutup kemungkinan bahwa semua harus bersinergi antara manajemen klub dan pemerintahan. Kami harus ada komunikasi dengan mereka, jika ada yang harus dikritik, kami kritik," ujarnya.

Sementara itu, acara ulang tahun Pasoepati berjalan lancar, kemarin. Meskipun hanya dihadiri peserta terbatas, yakni hanya 25 orang. Mengingat kondisi masih pandemi Covid-19.

Presiden Pasoepati, Maryadi "Gondrong" berharap Pasoepati kedepannya harus semakin kreatif, inovatif, dan mandiri. Ini agar lebih bisa diterima oleh masyarakat.

"Mari bersama-sama mewujudkan cira-cita Pasoepati. Kami harus selalu merah di setiap mendukung Persis Solo," ungkapnya.

Di lain sisi, Pendiri Pasoepati Mayor Haristanto sangat bersyukur dan mengapresiasi generasi penerus yang bersusah payah merawat Pasoepati hingga sebesar ini. Uniknya, dalam kesempatan tersebut, Mayor menunjukkan kado spesial di ulang tahun Pasoepati dengan menunjukkan jaket hibah dari Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan atau Iwan Bule. Tepatnya diterima melalui mantan presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo.

"Besok orang Solo kalau lewat wajib mampir ke sini (Museum Titik Nol Pasoepati). Ini adalah cara kami untuk merawat Pasoepati. Ojo wedi dadi abang! (jangan takut jadi merah)," pungkas Mayor. (ryn/nik)

(rs/NIK/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news