alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Kematian Ibu & Bayi di Boyolali Masih Tinggi

13 Februari 2021, 16: 00: 55 WIB | editor : Perdana

Sekda Boyolali Masruri.

Sekda Boyolali Masruri. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Boyolali masih memiliki rapor merah kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) baru lahir. Fenomena ini jadi perhatian serius Pemkab Boyolali. Apalagi, saat ini masih pandemi Covid-19.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, terdapat 17 kasus AKI dan 109 kasus AKB pada 2020. Khusus AKI, jumlahnya meningkat dibanding 2019 yang hanya 13 kasus. Sedangkan kasus AKB justru turun dibanding 2019 yang mencapai 121.

“Menuntaskan kasus ini butuh kerja sama atau kolaborasi dengan para stakeholder. Misalnya saja pihak swasta. Termasuk BUMN seperti Pertamina. Ini dapat membantu melalui program CSR (corporate social responsibility). Bidan, kelompok masyarakat, atau organisasi kemasyarakat sipil juga harus terlibat dalam kolaborasi ini,” terang Sekretaris Daerah Boyolali Masruri, Jumat (12/2).

Baca juga: Hari Ini Flyover Purwosari Resmi Dibuka: Semoga Tak Ada Macet Lagi

Masruri menambahkan, program CSR bakal lebih bermanfaat dan berdampak langsung pada masyarakat. Jika dikaitkan dengan pendampingan langsung kepada masyarakat penerima manfaat.

“Peran bidan atau tenaga kesehatan harus memastikan proses kelahiran berlangsung di fasilitas kesehatan (faskes). Sedangkan peran masyarakat atau organisasi kemasyarakat sipil bisa memberikan edukasi kepada ibu hamil atau calon pengantin. Supaya menjamin proses higienitas atau kebersihan selama hamil hingga melahirkan,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Presidium Forum Masyarakat Madani (FORMMAD) Nuri Rinawati mengaku telah menyusun rencana aksi guna membantu pemerintah dalam penuntasan kasus AKI dan AKB baru lahir. Di antara rencana aksi yang telah disusun, salah satunya memprioritaskan survei kualitas pelayanan di faskes. 

“Terutama kepada ibu hamil. Harapannya dengan pendampingan ini, kualitas kesehatan ibu hamil dan bayi lebih baik lagi ke depannya,” bebernya. (wid/fer/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news