alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

"Pensiun" dari Balai Kota: Rudy Nukang & Ngelas, Purnomo Keliling SPBU

19 Februari 2021, 18: 05: 32 WIB | editor : Perdana

Mantan wali kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menekuni hobi lama, ngelas dan nukang setalah purnatugas.

Mantan wali kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menekuni hobi lama, ngelas dan nukang setalah purnatugas. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

Sehari setelah lepas dari tugas sebagai wali kota dan wakil wali kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo mulai beraktivitas dengan kegiatan pribadi. Seperti apa kesibukan mereka berdua?  

SILVESTER KURNIAWAN, Solo, Radar Solo

MENGENAKAN kaos merah, celana lapangan dan sandal jepit biru, Rudy tampak santai melakukan aktivitas di sekitar kediamannya di RT 02 RW 09 Pucangwait, Jebres. Pagi itu, pria berkumis tebal ini sedang sibuk membuat semacam tandon air dari lembaran aluminium. Rencananya, tandon air itu bakal dia pasang di sekitar Kali Bengawan. “Ini semacam penampung air, nanti dipasang di sekitar sungai saja,” katanya, kemarin. 

Mantan wawali Surakarta Achmad Purnomo punya hobi memberi makan ikan, seperti yang dia lakukan saat menjalani isolasi mandiri di rumah, beberapa waktu lalu.

Mantan wawali Surakarta Achmad Purnomo punya hobi memberi makan ikan, seperti yang dia lakukan saat menjalani isolasi mandiri di rumah, beberapa waktu lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Dengan pakaian tak formal seperti kala berdinas itu wajahnya tampak semringah. Senyum lepas sesekali terlihat saat tangan andalnya itu mulai memainkan sejumlah alat-alat pertukangan yang sudah lama tidak dia gunakan karena kesibukan selama 15 tahun memimpin Kota Solo. “Ya sudah lama nggak pegang alat seperti ini, tapi kalau grogi sih tidak. Lha kalau grogi ya nggak bisa ngelas no, pasti nyantol-nyantol,” ucap Rudy.

Memainkan berbagai alat pertukangan memang merupakan salah satu kemahiran yang dimiliki Rudy. Jauh sebelum menjadi politisi yang disegani, Rudy sudah akrab dengan dunia pertukangan. Sebelum namanya besar seperti sekarang, Rudy merintis karier dari bawah. Mulai dari pekerja kasar seperti tukang kebersihan, tukang las, teknisi mesin, pengawas produksi, dan lainnya. “Kemampuan saya ini sewaktu kerja di Konimex. Pokoknya saya pinter itu dari Konimex,” papar dia.

Rudy berencana tidak hanya membuat penampungan air. Jika ada waktu luang, dia juga berencana membuat gerobak. Nanti bisa digunakan untuk PKL maupun tenaga kebersihan yang merawat tanaman di bantaran Sungai Bengawan Solo. 

“Sejak 1983 itu sudah ngelas. Nukang kayu juga bisa. Kalau masih bisa dikerjakan, ya kerjakan sendiri saja. Gengsi? Saya tidak gengsi. Kalau ada pejabat setelah pensiun itu malu ke pekerjaan sebelumnya itu artinya dia penguasa, bukan pelayan masyarakat. Urip iku urup. Yang penting bagi saya itu halal dan tidak merugikan orang lain. Wong mengumpulkan pulungan kerdus saja saya tidak malu kok,”  kata Rudy.

Pria yang 13 Februari 2021 lalu berusia 61 tahun itu pun kini memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga. Kebersamaan yang sebelumnya hilang selama dia sibuk memimpin Kota Solo, kini bisa kembali dilakukan. Jika sebelumnya dia bangun pagi untuk bertemu ASN, kini dia bisa bangun pagi bercengkrama bersama keluarga. “Tadi pagi itu sudah ditegur istri saya. Pagi-pagi kok sudah ngurus sungai,” gurau dia.

Disinggung soal apa yang belum tercapai selama menjabat sebagai wali kota lalu, Rudy merasa belum berhasil selama masih ada masyarakat kecil, lemah, miskin, dan tertindas (KLMT) di Kota Solo. Meski pembangunan dan kemajuan Kota Solo begitu pesat, jika masih ada masyarakat masuk kategori itu, maka dia merasa masih berutang. 

“Utang saya ini soal KLMT. Ini baiknya jadi perhatian negara, seperti menebus ijazah yang masih tertahan di sekolah. Karena ketidakmampuan orang tua, anak yang jadi korban. Ini sekaligus sebagai pesan untuk Mas Gibran dan Pak Teguh untuk kepemimpinan ke depan,” papar Rudy.

Berbeda dengan Rudy, Achmad Purnomo kemarin memilih berpergian ke luar daerah untuk mengecek sejumlah usaha SPBU yang tersebar di berbagai daerah eks Karesidenan Surakarta. Sedari awal dia pengin lebih dekat dengan para pegawai setelah purna menjadi wakil wali kota Surakarta. 

“Saya memang sudah pesan ke pegawai-pegawai. Nanti kalau sudah tidak jadi wakil wali kota saya akan sering main-main ke SPBU. Mereka menyambut dengan baik, ya pengin lebih familier saja dengan pegawai-pegawai saya,” ucap Purnomo saat dihubungi via telepon.

Aktivitas di hari pertama, Purnomo mengaku bisa sedikit santai. Usai salat Subuh dia bisa tidur kembali sedikit lebih lama. Jika sebelumnya pagi-pagi harus sudah sampai ke Balai Kota Surakarta, kemarin pagi dia bisa bangun sedikit lebih siang dan bersantai di kediamannya di Jalan Bhayangkara 23/30, Penularan, Laweyan. 

“Bisa sedikit santai hari ini. Habis Subuhan saya bisa tidur lagi dan baru bangun pukul 09.00. Setelah itu santai di rumah, kemudian pukul 11.30 berangkat mengecek SPBU di Delanggu dan Klaten,” papar dia.

Setelah pensiun dia ingin fokus untuk mengurus perusahan miliknya serta memperhatikan pegawai yang bekerja untuknya. Selain itu, Purnomo ingin lebih dekat dengan anak dan cucu. Bahkan setelah Covid-19 usai, dia ingin rekreasi bersama sejumlah keluarga besarnya. Di luar kehidupan pribadi, dia memastikan akan tetap aktif di bidang sosial untuk terus membantu masyarakat. 

“Paling ya aktif sosial sama urus pekerjaan. Masih di Solo jadi masih akan cukup sering ketemu Pak Rudy,” tutur Purnomo. (*/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news