alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Terdakwa Pidana Pilkada Divonis 1 Tahun Penjara, Jaksa Ajukan Banding

19 Februari 2021, 18: 24: 58 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.com)

Share this      

SUKOHARJO - Jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan banding atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo terhadap terdakwa pidana pemilu, JY, 54. Majelis hakim memvonis terdakwa dengan kurungan 1 tahun subsider Rp 12 juta atas dakwaan menghalang-halangi penyelenggara pilkada dalam menjalani tugasnya.

Hal itu diungkapkan Koordintor Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Sukoharjo Rochmad Basuki, Jumat (19/2). Majelis Hakim PN Sukoharjo yang diketuai Saiman, dengan anggota Ari Prabawa dan Yulia Susanda pada Rabu (3/2) lalu, telah mengetok palu pidana pemilu. Terdakwa yakni JY, 54, warga Makamhaji, Kecamatan Kartasura. 

Majelis hakim, kata Rochmad, menyatakan terdakwa JY terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menghalang-halangi penyelenggara pemilihan dalam melaksanakan tugasnya. Sesuai yang diatur dalam UU No. 1 Tahun 2015 atas perubahannya melalui UU No. 10 Tahun 2016 Pasal 198A tentang Pilkada.

"Majelis telah menjatuhkan hukumam kepada JY, pidana penjara selama 12 bulan dan denda sebesar Rp 12 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan. Majelis hakim juga menetapkan, pidana tersebut tidak perlu dijalankan. Kecuali di kemudian hari ada perintah lain dalam putusan hakim karena terpidana sebelum lewat masa percobaan selama 2 tahun melakukan perbuatan yang diancam pidana," kata Rochmad.

Menurut Rochmad, perkara yang membelit JY yakni bermula saat Bawaslu melakukan penelusuran dalam rangka menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran pilkada pada November 2020 lalu. Pada saat dilakukan penelusuran dengan metode klarifikasi di Kecamatan Kartasura, JY merebut surat aduan dari masyarakat dan memaksa terklarifikasi pulang sebelum investigasi dinyatakan selesai.

"Dengan putusan majelis hakim terhadap terdakwa itu, jaksa melakukan banding. Saat ini masih menunggu dari pengadilan tinggi," kata Rochmad.

Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono melalui Kasi Intelijen Haris Widiasmoro Atmojo mengakui, pihaknya memang melakukan banding. Hanya saja, Haris belum membeberkan alasan pihaknya melakukan banding terhadap putusan majelis hakim itu. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news