alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Hajatan di Ngemplak Dibubarkan, Keluarga Mempelai Ternyata Kena Covid

20 Februari 2021, 05: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Boyolali bubarkan kegiatan hajatan di Dusun Ngampo, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Jumat (19/2).

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Boyolali bubarkan kegiatan hajatan di Dusun Ngampo, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Jumat (19/2). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kepatuhan masyarakat selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Boyolali masih minim. Buktinya, masih ada masyarakat yang nekat menggelar resepsi pernikahan. Padahal, sudah jelas Pemkab Boyolali belum menerbitkan izin kegiatan hajatan. Kecuali akad nikah dan takziah.

Paling gres, tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Boyolali membubarkan hajatan di Dusun Ngampo, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Jumat (19/2). Tindakan itu dilakukan setelah mendapat laporan dari camat setempat.

“Kami masih menemukan kegiatan hajatan selama PPKM mikro ini. Kami terima laporan di Desa Kismoyoso dengan mengundang tamu dalam jumlah banyak. Hajatan kami bubarkan. Kami tunggu sampai tenda dan kursi dibongkar,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali Sunarno.

Selain jumlah tamu yang hadir dalam acara lebih dari 30 orang, masyarakat sekitar tempat hajatan merasa resah karena mempelai pria berasal dari Kalimantan.

Selanjutnya, bekerja sama dengan Puskesmas Ngemplak, dilakukan rapid test antigen untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 di tengah hajatan tersebut. Menyasar 10 orang dari keluarga mempelai. Hasilnya mengejutkan. Dari 10 orang itu, dua di antaranya positif terpapar Covid-19.

“Sehingga kami mengambil keputusan isolasi mandiri untuk sementara waktu,” imbuh Sunarno.

Sementara itu, Camat Ngemplak Karyono mengaku sudah lakukan upaya pendekatan secara persuasif terhadap warganya tersebut. Keluarga mempelai diminta menunda dulu kegiatan hajatan ini. Sebagai upaya mendukung progam pemerintah dalam penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Namun, pihak keluarga tetap nekat melangsungkan kegiatan hajatan. Sehingga hari ini (kemarin) atas koordinasi satgas kecamatan dan kabupaten, langsung kami bubarkan,” tegasnya. (wid/fer/ria) 

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news