alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Warga Pengungsi Merapi Mulai Pergi, Bilik Pengungsi Tetap Berdiri

20 Februari 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Bilik pengungsi erupsi Merapi di TES Balerante, Kemalag yang sepi karena para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, Jumat (19/2).

Bilik pengungsi erupsi Merapi di TES Balerante, Kemalag yang sepi karena para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, Jumat (19/2). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pengungsi erupsi Gunung Merapi dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebelumnya, mereka telah mengungsi di tempat evakuasi sementara (TES) selama berbulan-bulan karena meningkatnya aktivitas Merapi, awal tahun ini.

Kendati tidak ada aktivitas pengungsi, TES tetap dipertahankan. Terutama bilik-bilik yang terbuat dari papan kayu tidak dibongkar.

“Di TES sudah tidak ada kegiatan. Sarana-prasarananya (sarpras) sudah dibongkar. Baik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dan pengungsi sendiri. Sudah diambil. Kalau bilik atau penyekat, belum dibongkar,” terang Kepala Desa (Kades) Balerante Sukono.

Bilik, lanjut Sukono, tetap dipertahankan. Mengingat Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Bencana Geologi (BPPTKG) Jogja masih menetapkan status Merapi level III alias siaga. Pembongkaran baru dilakukan setelah ada informasi penurunan status Merapi, sesuai arahan BPBD Klaten.

Sebagai catatan, bilik dibuat karena saat ini masih pandemi Covid-19. Sekaligus penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. 

“Kalau relawan yang standby di TES, terakhir Kamis (18/2) sore. Sekarang sudah off. Mengingat aktivitas Merapi kelihatannya terus menurun. Tetapi kewaspadaan tetap ditingkatkan,” paparnya.

Selama kembali ke rumah masing-masing, pengungsi mengaktifkan ronda malam. Tak hanya warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III saja. Melainkan juga warga yang berada di luar radius 5 kilometer (km) dari puncak Merapi.

Terkait aktivitas pengungsi sepulang dari TES, sudah normal. Mulai dari bertani hingga mencari rumput untuk pakan ternak.

“Warga tetap mengikuti rekomendasi BPPTKG Jogja. Mematuhi radius bahaya erupsi Merapi. Mengingat aktivitas mencari rumput untuk ternak tidak bisa ditinggalkan oleh warga,” bebernya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Klaten Endang H.S. menambahkan, jajarannya terus memonitor KRB III. “Kami terus koordinasi karena status siaga Merapi belum dicabut. Kami pantau perkembangan selanjutnya. Juga mengimbau warga tetap waspada,” ujarnya. (ren/fer/ria) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news