alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Aiptu Suradi,"Sad Boys" yang Ciptakan Lagu Gajah Mungkur Ninggal Janji

20 Februari 2021, 11: 37: 57 WIB | editor : Perdana

Aiptu Suradi bersama Didi Kempot dalam sebuah kesempatan.

Aiptu Suradi bersama Didi Kempot dalam sebuah kesempatan. (DOK PRIBADI)

Share this      

Kerinduan akan suasana kampung halaman Wonogiri, mendorong Aiptu Suradi melahirkan sebuah karya lagu. Tak memiliki latar belakang soal musik, namun anggota Polri di Ditlantas Polda Metro Jaya yang mengaku sebagai Sobat Ambyar ini terinspirasi dari karya-karya The Godfather of Broken Heart Didi Kempot dalam melahirkan lagu. Seperti apa karya untuk kampung halaman tercinta itu?

AHMAD KHAIRUDIN, Sukoharjo

HARI itu, Jawa Pos Radar Solo menemui Suradi di salah satu lokasi di Solo Baru. Di sana, Suradi tengah membuat video klip untuk lagu yang diciptakannya sendiri. Yakni berjudul “Gajah Mungkur Ninggal Janji.”

Begitu break, Suradi pun bercerita kepada Jawa Pos Radar Solo. Dia mengatakan merupakan pengagum berat lagu-lagu Didi Kempot dan menjadi salah satu Sad Boys, julukan untuk pecinta karya Didi Kempot. Bahkan, saat ini, pria lulusan Sekolah Calon Bintara (Secaba) 89 ini bahkan tergabung dalam Kempoters Jakarta.

Dari seringnya mendengarkan lagu-lagu Didi Kempot yang berisi lirik-lirik sangat riil, tentang kerinduan, kenangan suatu tempat, dan lainnya, pria kelahiran Selogiri, Wonogiri, 53 tahun ini pun mulai terinspirasi untuk menuangkan gagasannya melalui lagu. Termasuk kerinduannya pada kampung halaman yang dicurahkannya lewat tembang campursari.

Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota Polri di Ditlantas Polda Metro Jaya, Suradi kerap bersenandung lagu-lagu campursari. Hal itu dilakukannya di sela-sela jam istirahat piket, termasuk lagu yang ia tulis dan gubah sendiri. Meski kerap mendapatkan sindiran oleh rekan-rekan seprofesinya karena dianggap kurang kerjaan, ia tidak memedulikan hal tersebut.

Dari hobi bersenandungnya tersebut, pria yang juga gemar olahraga tarung derajat ini minimal sudah berhasil menciptakan 10 lagu. Dua di antaranya bahkan sudah dapat dinikmati di YouTube.

“Kisaran 10 lagu, belum jadi semua. Ada yang sudah jadi, MP3, ada yang belum  mixing," ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di daerah Solo Baru. sewaktu pembuatan video klip “Gajah Mungkur Ninggal Janji” belum lama ini.

Pria ang pernah bersekolah di Kabupaten Sragen ini mengisahkan, lagu “Gajah Mungkur Ninggal Janji” yang diciptkannya tersebut merupakan luapan rasa rindunya terhadap kampung halaman.

Ia bercerita, semasa kecil dan tinggal di Wonogiri kerap berkunjung ke Waduk Gajah Mungkur bersama sang ayah untuk menikmati panorama keindahan alamnya. Harapannya dengan menjadikan “Gajah Mungkur Ninggal Janji” sebagai judul lagu, maka juga dapat mengangkat pamor Wonogiri.

"Karena saya juga lahir di Wonogiri, harapannya juga bisa lebih mengenalkan Wonogiri. Apalagi lagu soal Waduk Gajah Mungkur kayaknya belum ada. Inginnya seperti Stasiun Balapan Solo atau Terminal Kartonyono, yang bisa diangkat lewat musik,” ujar Suradi yang kini bermukim di Depok, Jawa Barat ini.

Dia bercerita lagu “Gajah Mungkur Ninggal Janji” diciptakannya hanya dalam waktu 1 jam. Inspirasi itu datang begitu saja saat sedang istirahat melepas penat pekerjaan bersama rekan kerjanya.

Suradi menemukan rangkaian nada yang tepat. Lalu, dia menulis lirik yang penuh penjiwaan akan kerinduan atas Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kenangannya melayang saat berbicara soal Wonogiri. Lahir sebagai anak petani, terbiasa hidup keras, namun hati gembira saat membantu orang tua. Berangkat dan pulang sekolah jalan kaki sudah jadi makanan sehari-hari.

"Namanya hidup di desa, ingat banget bapak saya kalau pulang dari sawah malam. Karena harus berbagi air dulu buat mengairi sawah. Saya harus ngerawat sapi juga, tapi ya jalani aja,” kenangnya.

Suradi awalnya tidak percaya diri dengan lagu ciptaannya. Tetapi lantaran dorongan banyak pihak, akhirnya ia memberanikan diri untuk mencoba memproduksinya. Terlebih hal itu mendapat umpan balik dari personel Lare Jawi, grup band pengiring Didi Kempot.

"Dulu enggak percaya diri, enggak kepikiran juga bakal bikin lagu. Kemudian setelah ketemu Mas Gun, personel Lare Jawi Band, Mas Gempil, dan Om Jepang, akhirnya saya putuskan bikin (lagu) lagi," kata dia.

Kini, dua lagu yang diciptakannya sudah dapat dinikmati di YouTube, yakni “Gajah Mungkur Ninggal Janji” dan “Ngabekti”. "Yang nyanyi anak saya, namanya Hanif Zaki Sean Grady, baru kelas VIII," imbuh dia.

Meski baru di-launching beberapa hari, Suradi menambahkan video klip “Gajah Mungkur Ninggal Janji” tersebut sudah ditonton lebih dari 1.116 orang. “Respons di luaran lumayan bagus. Yang penasaran klik aja channel YouTube-nya Zaki Grady,” kata dia.

Sementara itu, lagunya yang berjudul “Ngabekti”, bercerita tentang seorang anak yang ditinggal bapaknya, sehingga harus menjadi tulang punggung keluarga. Memeras keringat untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

"Kalau lagu “Ngabekti” dari cerita saya sendiri. Saya harus mau bekerja keras merawat dan mendoakan ibu dan almarhum bapakku. Penyanyinya memang putra bungsu saya, kebetulan memang suka tarik suara. sebagai orang tua kita bantu dan arahkan,” pungkasnya. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news