alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Vaksinasi Gelombang II di Sukoharjo Pakai 4 Skema

22 Februari 2021, 09: 20: 30 WIB | editor : Perdana

Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf. Agus Adhy Dharmawan mendapatkan vaksinasi tahap pertama bersama 10 tokoh daerah yang lain belum lama ini Vaksinasi Gelombang II Sukoharjo Pakai 4 Skema SUKOHARJO - Vaksinasi gelombang kedua bagi petugas pelayan pu

Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf. Agus Adhy Dharmawan mendapatkan vaksinasi tahap pertama bersama 10 tokoh daerah yang lain belum lama ini Vaksinasi Gelombang II Sukoharjo Pakai 4 Skema SUKOHARJO - Vaksinasi gelombang kedua bagi petugas pelayan pu (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Vaksinasi gelombang kedua bagi petugas pelayan publik rencananya dilakukan dengan empat skema. Bisa dengan mendatangi fasilitas kesehatan atau dilakukan secara masal di tempat kerja.

Informasi yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo, vaksinasi gelombang kedua bagi petugas pelayan publik dilakukan dengan empat skema. Keempat skema itu diatur tergantung dengan jenis pekerjaan dari sasaran vaksinasi.

"Tapi saat ini masih melakukan pendataan sasaran vaksinasi," kata Kepala Dinkes Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati

Empat skema itu yakni, penerima vaksin bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan. Lalu, ada skema vaksinasi dilakukan di kantor atau tempat kerja. Kemudian, vaksinasi bisa dilakukan secara masal ditempat keramaian. Serta bisa vaksiansi masal di tempat khusus.

"Untuk sasarannya nanti ditetapkan bersama pemerintah pusat," katanya.

Menurut Yunia, para petugas pelayan masyarakat yang akan mendapatkan vaksinasi itu diantaranya aparat TNI dan Polri, anggota DPRD, satpol PP, kades/lurah atau perangkat desa/kelurahan, aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, dan pegawai BUMN/BUMD.

"Sasaran lainnya, para petugas pelayanan publik lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang berusia 18 sampai dengan kurang dari 60 tahun," terang Yunia.

Selain petugas pelayan publik, vaksinasi gelombang dua ini juga meyasar pedagang pasar. Namun, sejumlah pedagang masih takut dan enggan divaksinasi.

Erlima Dwi Subratanti, 40, salah satu pedagang di Pasar Bekonang mengaku dirinya bersedia divaksinasi untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Namun, ada juga yang tidak mau divaksinasi

"Pada alasan kalau kalau nanti divaksinasi disuruh karantina. Kalau dikarantina, tidak bisa jualan. Seperti pas dites rapid dulu itu kan pada tutup kiosnya," kata pendagang beras ini.

Hal sama disampaikan Lurah Pasar Nguter Tri Sukrisno sejumlah pedagang Pasar Nguter menolak mendapatkan vaksinasi. Sehingga tidak dimasukan ke dalam data penerima vaksinasi.

"Ada yang ga mau divaksinasi, ya tidak didata," kata Tri Sukrisno sekaligus sebagai lurah Pasar Kepuh ini. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news