alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Bupati Sragen Jadi Vaksinator, Sekda Sempat Teriak-Teriak

22 Februari 2021, 18: 32: 13 WIB | editor : Perdana

Bupati Sragen menjadi vaksinator bagi para pejabat di lingkungan Pemkab Sragen, Senin (22/2).

Bupati Sragen menjadi vaksinator bagi para pejabat di lingkungan Pemkab Sragen, Senin (22/2). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Vaksinasi gelombang II di Kabupaten Sragen pada Senin (22/2), berjalan sesuai harapan. Sejumlah pejabat di lingkungan pemkab menjalani vaksinasi di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen dengan vaksinator Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Sementara para legislator melaksanakan vaksinasi usai menghadiri rapat paripurna.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjadi vaksinator bagi sejumlah pejabat eselon II atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD) saat pencanangan vaksinasi. Pada hari pertama ini ada 120 orang yang mendapat vaksin. Meliputi 70 pejabat Pemkab Sragen dan 60 anggota DPRD beserta sekretariat dewan.

Tetapi ada beberapa orang yang tertunda akibat masalah kesehatan. Seperti Asisten Sekda Simon Nugroho, Ketua Fraksi PKB Farhurahman, Ketua Fraksi PKS Anggoro Sutrisno, Wakil Ketua DPRD Muslim, Ketua Fraksi PDIP Bambang Samekto, serta anggota Fraksi PDIP Joko Setiawan karena pernah terpapar Covid-19.

Di sela-sela vaksinasi, bupati yang juga seorang dokter itu mengaku sengaja meminta untuk menjadi vaksinator untuk para pejabat eselon II. Bupati mengaku ingin memberikan kenang-kenangan kepada anak buahnya, jika telah divaksin oleh bupatinya sendiri. Kondisi ini belum pernah terjadi di daerah lain.

”Alhamdulillah hari ini bisa dan saya lama enggak pegang jarum. Sempat grogi, karena hampir 5 tahun atau semenjak menjabat kepala daerah tidak memegang jarum suntik. Terakhir nyuntik itu ya sebelum jadi bupati,” papar bupati.

Yuni mengaku ingin menguji kemampuannya sebagai dokter, masih cukup ahli atau tidak. Selain itu, tentu kebanggaan buat ASN karena bupatinya sendiri yang melakukan vaksinasi.

Sekda Sragen Tatag Prabawanto menjadi orang pertama yang disuntik vaksin oleh bupati. Tatag sempat berteriak-teriak ketakutan saat bupati mulai memegang jarum suntik, sebelum kemudian ditenangkan Ketua Ikatan Bidan Indonesi (IBI) Damai Tatag Prabawanto. Tetapi setelah disuntik, sekda mengaku tidak merasakan sakit sedikit pun.

”Tidak tidak merasakan apapun. Baik-baik saja. Dan kami sudah merasakan divaksin. Jadi masyarakat jangan percaya dengan berita medsos yang tidak percaya divaksin," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto mengatakan, pada Senin (22/2) pagi, telah menerima 10 ribu dosis vaksin yang akan digunakan untuk 5 ribu orang. Saat ini, data yang sudah masuk ke dinkes untuk vaksinasi gelombang II ada 33.177 sasaran. Sementara yang sudah masuk teregister ke Kementerian Kesehatan ada 24.100 sasaran, sisanya akan menyusul bertahap.

“Saat ini terdata TNI, Polri, ASN itu 9192 orang. Guru 7.298, Polri 1.000, BUMN 1000 non-ASN, dan pedagang baru 500,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sragen Pujono Elly Bayu Effendi menyampaikan, tidak merasakan keanehan setelah mendapat vaksin. ”Saat disuntik ya biasa, reaksi di badan juga biasa. Tapi rasanya di hati yang beda. Kita merasa lebih tenang menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujar Bayu. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news