alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

PPKM Mikro Diperpanjang, Sragen Klaim 50 Persen Desa sudah Zona Hijau

23 Februari 2021, 07: 47: 21 WIB | editor : Perdana

Satgas Jogo Tonggo Desa Gemantar, Mondokan bantu persediaan warga isolasi mandiri.

Satgas Jogo Tonggo Desa Gemantar, Mondokan bantu persediaan warga isolasi mandiri. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kabupaten Sragen diperpanjang hingga 8 Maret mendatang. Sejumlah kebijakan yang diberlakukan masih sama.

Sekretaris Tim Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan, pihaknya menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri terkait perpanjangan PPPKM mikro selama dua pekan hingga Senin (8/3) mendatang. Pada dasarnya, pelaksanaan sama seperti PPKM Mikro tahap I.

”Implemantasinya sama, tidak ada yang beda. Target sasaran satgas jogo tonggo, zona merah, oranye, hijau tetap di masing-masing desa,” ujar Tatag.

Dia mengklaim 50 persen desa di Sragen sudah zona hijau. Pemetaan zonasi Covid-19 tetap berdasarkan kondisi tiap-tiap wilayah dan menjadi wewenang satgas Jogo Tonggo.

”Kami sudah di atas 100 desa yang zona hijau. Namun, tetap mengikuti instruksi dari pemerintah,” terangnya.

Tatag menambahkan, evaluasi PPKM mikro tahap I sudah sesuai yang diharapkan. Satgas Jogo Tonggo tanggap melokalisasi jika ada kasus Covid-19. Selain itu, untuk pasien yang ditampung di isolasi mandiri Technopark juga menurun.

”Kapasitas di Technopark tidak kami kurangi, tetap pada jumlah tempat tidur 260 sampai 280. Tapi pasien Covid-19 tanpa gejala sudah berkurang. Penghuninya rata-rata per hari 15 yang tanpa gejala,” jelasnya.

Dia melihat masyarakat sudah tanggap dan menghilangkan stigma mengerikan soal Covid-19. Masyarakat sudah tidak takut pada Covid-19. Kesadaran pada gerakan 3M sudah berjalan dengan sendirinya.

”Yang jelas masyarakat sadar jika masuk zona merah kegiatan dibatasi sesuai ketentuan PPKM mikro, seperti tidak mengadakan acara hajatan. Kalau zona hijau bisa melaksanakan kegiatan dengan protokol ketat,” kata Tatag. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news