alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Belasan Keluarga Korban Sumur Amblas di Jungkare Kekurangan Air Bersih

23 Februari 2021, 07: 56: 50 WIB | editor : Perdana

Instalasi sumur bor terpasang di depan rumah warga Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Senin (22/2).

Instalasi sumur bor terpasang di depan rumah warga Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Senin (22/2). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Belasan kepala keluarga (KK) terdampak sumur amblas di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Klaten alami krisis air bersih. Sementara, mereka numpang air besih milik sumur tetangga. Sebagian lagi pilih membuat sumur bor dengan merogoh kocek pribadi.

Salah satu warga yang inisiatif bikin sumur bor, yakni Tri Widiyati, 58. Dia mengaku sudah tiga KK yang melakukan langkah serupa. Alasannya tidak nyaman kalau terus-terusan minta air dari sumur tetangga. 

“Warga yang membuat sumur bor seperti saya ada tiga orang. Kan tidak enak setiap hari numpang air. Sudah beberapa hari terakhir saya ambil air dari rumah orang tua,” ujarnya.

Biaya yang digunakan untuk bikin sumur bor tak sedikit. Habis sekitar Rp 3,5 juta. Kedalamanya sekitar 18 meter. “Kualitas airnya sama seperti sebelum sumur amblas. Cukup bening dan jernih,” imbuhnya.

Warga lainnya Fitri Lestari, 41, juga berniat bikin sumur bor. Sebelum amblas, sumurnya berada di luar rumah. “Biayanya perkiraan sekitar Rp 1,5 juta. Tetapi itu belum sama pipa paralon,” bebernya.

Menanggapi inisiatif warga yang membuat sumur bor sendiri, Kepala Desa (Kades) Jungkare Wakhid Muhsin memberi apresiasi. “Total tiga orang yang buat sumur bor. Kalau sumur warga yang sudah amblas dan ditimbun, ada sembilan. Kalau sumur warga yang memperlihatkan gejala amblas, total ada lima,” terangnya.

Pemerintah desa (pemdes) masih menunggu riset lanjutan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta. Terkait pengadaan alat geolistrik. Berfungsi mendeteksi lapisan penyusun tanah di bawah sumur amblas. Sehingga bakal ketahuan, apa penyebab utama fenomena tersebut.

“Amblasnya sekitar 4-7 meter. Sebenarnya gejala seperti ini sudah lama terjadi. Mungkin karena tahun ini curah hujannya tinggi, sumur-sumur milik warga amblas,” paparnya. (ren/fer/ria) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news