alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Ganjar Minta Rest Area Jalan Tol Dikelola Masyarakat: Sediakan Gratis

23 Februari 2021, 15: 45: 06 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Direktur Pengembangan PT Jasa Marga Arsal Ismail.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Direktur Pengembangan PT Jasa Marga Arsal Ismail.

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta rest area di sejumlah tol baru dikelola masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut merasakan manfaat dari keberadaan jalan tol.

Hal itu disampaikan Ganjar kepada para petinggi PT Jasa Marga, pelaksana sejumlah proyek tol Jateng, Selasa (23/2). Dalam kesempatan itu, jajaran direksi PT Jasa Marga melaporkan tentang progres pembangunan proyek jalan tol di Jawa Tengah, di antaranya jalan tol Solo-Jogja dan Bawen-Jogja.

"Saya minta beberapa aspek diperhatikan terkait pembangunan jalan tol ini. Misalnya pemanfaatan rest area, kami minta agar pemkab dan desa dilibatkan. Kalau bisa, mereka menjadi pemilik, bisa mengelola atau mungkin jadi investor," kata Ganjar.

Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan dampak dari pembangunan jalan tol. Selain itu, program menjadikan rest area sebagai pusat penjualan UMKM juga bisa terwujud.

"Kalau bisa rest area-rest area itu betul-betul dialokasikan untuk mereka tanpa membebani. Kalau dulu kan ada sewanya, dan sewanya mahal itu. Maka, saya minta ke depan UMKM betul-betul disediakan ruang dan gratis," tegasnya.

Selain itu, Ganjar juga memberikan sejumlah masukan, di antaranya sosialisasi dan edukasi pembangunan tol pada masyarakat. Sejumlah permasalahan seperti pembebasan lahan yang kemungkinan muncul, harus diselesaikan dengan baik.

"Persoalan sosial harus diperhatikan, akses jalan, akses saluran air, dan sebagainya. Jangan sampai karena pembangunan tol, ada warga yang terasingkan dari komunitasnya dan itu sudah terjadi di Brebes dulu," tegasnya.

Ganjar juga mewanti-wanti kontraktor memperhatikan timbunan yang akan digunakan untuk pembangunan. Pasalnya, selama ini timbunan jalan tol justru menimbulkan masalah lingkungan.

"Persoalan timbunan juga harus diperhatikan karena ini ada hubungannya dengan galian C. Jangan sampai lingkungan rusak, juga cara ngangkutnya yang sembarangan membuat jalan juga rusak. Saya minta ada koordinasi dengan tim kami agar dicarikan solusi terbaik," papar dia.

Sementara itu, Direktur Pengembangan PT Jasa Marga Arsal Ismail menyatakan, pihaknya siap menindaklanjuti perintah Ganjar tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemda-pemda terkait yang dilintasi jalan tol untuk pengelolaan rest area.

"Tentu kami akan tindak lanjuti, kami akan bekerja sama dengan pemda-pemda setempat. Kami akan kasih kesempatan untuk UMKM, karena sesuai aturan itu memang ada kesempatan 30 persen bagi pelaku UMKM. Nanti biar pemda yang mengatur," katanya.

Terkait progres pembangunan jalan tol Solo-Jogya dan Bawen-Jogya, Arsal mengatakan, sampai saat ini terus berjalan. Untuk Solo-Jogya, pembangunan seksi satu rencananya dilakukan pada triwulan kedua tahun ini.

"Proses pembebasan tanah, sebagian sudah. Jadi, kami targetkan triwulan kedua sudah bisa dilakukan konstruksi. Kalau tol Bawen-Jogja, itu masih penetapan panlok, harapannya September sudah mulai bisa pembayaran pembebasan lahan. Tapi secara keseluruhan, dua ruas tol baru itu ditargetkan rampung pada 2024," terang Arsal. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news