alexametrics
Senin, 01 Mar 2021
radarsolo
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Tahun Ini, Pemprov Jateng Alokasikan Asuransi Padi di 29 Kabupaten

23 Februari 2021, 16: 34: 01 WIB | editor : Perdana

Petani di Jateng merasa lega karena pemprov menyediakan alokasi Asuransi Usaha Tani Padi.

Petani di Jateng merasa lega karena pemprov menyediakan alokasi Asuransi Usaha Tani Padi.

Share this      

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan Asuransi Usaha Tani Padi16:32:40 (AUTP) 2021 dengan sasaran luas lahan 20.000 hektare (ha). Kuota tersebut diperuntukan bagi 29 kabupaten, yang sawah padinya memiliki risiko bencana tinggi dan serangan hama.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah Tri Susilarjo mengatakan, alokasi AUTP di Jateng diperuntukkan bagi petani miskin. Seluruh biaya keikutsertaan AUTP yang berasal dari anggaran APBD Provinsi Jateng, digratiskan.

"Kalau diakumulasikan dari 2019, total AUTP provinsi diakumulasikan mencapai 100.000 hektare. Kegiatan AUTP dari APBD sifatnya untuk penanggulangan kemiskinan. Semua premi yang ditanggung, itu dibayarkan provinsi," ujar Tri, Selasa (23/2).

Tujuan pemberian AUTP adalah melindungi petani dari gagal panen atau puso. Sebanyak 29 kabupaten yang tahun ini diprioritaskan mendapat kuota di antaranya, Sragen, Grobogan, Pemalang, Brebes, Kudus, Demak, Kebumen, Purworejo, Blora, Sukoharjo, Klaten, dan Wonogiri.

Tri mengatakan, kriteria sawah padi yang dapat diasuransikan adalah yang rentan tersapu banjir, kekeringan atau diserang hama. Ketika terkena bencana, akan ada tim penilai yang turun. Jika tingkat kerusakan sekitar 75 persen, maka klaim akan bisa cair.

"Kalau untuk AUTP dari provinsi, maksimal luasan yang bisa diasuransikan 0,5 hektare. Karena kita ingin membantu petani yang kurang mampu. Sementara klaimnya jika puso adalah Rp 6 juta per hektare per musim tanam," papar Tri.

Program AUTP Provinsi Jawa Tengah juga disinergikan dengan AUTP yang berasal dari APBN. Tahun ini, jumlah luasan sasaran asuransi padi dari pemerintah pusat adalah156.350 hektare.

"Perbedaannya, kalau yang dari APBN masih diminta utuk bayar premi 20 persen dari total premi sebesar Rp 180 ribu per hektare per musim tanam, atau sebesar Rp 36 ribu. Kalau dari pemerintah pusat, program ini sudah mulai sejak 2015. Selain itu, luasan lahan yang bisa ditanggung sampai 2 hektare," imbuhnya.

Seorang petani asal Klaten Karno, mengaku terbantu dengan AUTP. Sebelum ikut asuransi, dia sering menjual barang untuk menutup ongkos produksi.

"Kalau di sini ya pernah banjir sampai tiga hari tidak surut. Kemarin ada yang kena hama wereng dan tikus. Dulu sebelum ikut AUTP, saya sampai jual sepeda kayuh untuk menutupi ongkos produksi setelah gagal panen. Tapi kini setelah ikut, bisa untuk membeli benih," papar warga Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Klaten tersebut. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news