alexametrics
Sabtu, 06 Mar 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Program Titip Bandaku Bakal Diperluas, Gandeng BPN & Samsat

23 Februari 2021, 20: 12: 04 WIB | editor : Perdana

Kegiatan mengalihmediakan dokumen penting milik warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang menjadi arsip digital.

Kegiatan mengalihmediakan dokumen penting milik warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang menjadi arsip digital. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Program inovatif Titip Bandaku dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Klaten bakal terus dikembangkan dengan memperluas jangkauan. Melalui program itu, sejumlah dokumen penting milik warga lereng Merapi dialihmediakan menjadi arsip digital.

Dalam waktu dekat, layanan pengalihmediaan dokumen akan merambah ke lembaga vertikal, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Klaten.

"Program Titip Bandaku ini sangat mungkin dikembangkan dan diperluas terutama pada layanan publik instansi vertikal. Tidak hanya fokus pada daerah yang rawan bencana," jelas Asisten Administrasi Setda Klaten Sri Winoto, Selasa (23/2).

Lebih lanjut diakui Sri Winoto, saat ini banyak daerah yang dilanda banjir, seperti Klaten pada awal Februari lalu. Warganya mengeluhkan terkait keselamatan dokumen penting ketika bencana banjir melanda. Seperti yang terjadi di Desa Pesu, Kecamatan Wedi belum lama ini.

Program yang dijagokan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah ini memang dikawal oleh pemkab agar bisa menjangkau lebih luas lagi. Bahkan, bakal dikerjasamakan dengan BPN dan Samsat Klaten.

"BPN sekarang akan meluncurkan program sertifikat elektronik. Sedangkan di layanan Samsat itu banyak bersentuhan dengan dokumen berharga, seperti BPKB maupun STNK. Kita akan coba jajaki kemungkinannya," ucapnya.

Pihaknya optimistis program Titip Bandaku tersebut bisa dikembangkan dan diperluas. Diharapkan program inovatif tersebut bisa memberikan manfaat lebih sehingga memiliki nilai tambah. Mengingat program itu mulai dikenal masyarakat di luar Klaten.

"Pemerintah Provinsi Jambi kemarin sudah ingin belajar ke Klaten. Jadi kita cukup optimistis program ini bisa terus dikembangkan," tambahnya.

Seperti diketahui, program Titip Bandaku yang diluncurkan dinas arpus itu guna menyelamatkan dokumen penting milik warga, khususnya di kawasan rawan bencana. Dokumen tersebut seperti sertifikat tanah, BPKB, STNK, akta kelahiran, surat nikah, dan administrasi lainnya.

Lewat program tersebut dokumen akan di-scan oleh petugas. Melalui proses autentifikasi sehingga warga tetap bisa mengakses dokumen tersebut.

Kepala Desa Balerante Sukono mengatakan, sudah ada sekitar 300 dokumen berharga milik warga lereng Merapi yang sudah dialihmediakan. Dokumen itu milik 300 kepala keluarga (KK), terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III.

"Memang warga yang ada di KRB III cukup antusias dengan program ini. Mengingat pengalaman erupsi Merapi sebelumnya yang membuat dokumen mereka sempat terbakar. Dibutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk pengurusannya," jelasnya

Pihak desa akan mensosialisasikan kepada seluruh warganya terkait program tersebut. Mengingat baru 50 persen dari 600 KK di Desa Balerante yang telah mengalihmediakan dokumen pentingnya menjadi arsip digital. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news