alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Terkendala Izin Kelola, Bumdesma Bermodal Rp 1 M di Girimarto Macet

25 Februari 2021, 10: 43: 35 WIB | editor : Perdana

Aset Bumdesma Lenggar Bujogiri di Kecamatan Girimarto.

Aset Bumdesma Lenggar Bujogiri di Kecamatan Girimarto. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI – Unit usaha pakan ternak Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Lenggar Bujogiri di Kecamatan Girimarto mangkrak. 

Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Bersama Rakyat (Kobra) Sukoharjo Moch Sulistyo Saksono menuturkan, Bumdesma tersebut berdiri sekitar 2016 dengan memelihara ratusan ekor sapi bantuan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Aset Bumdesma dimiliki beberapa desa di Kecamatan Girimarto, yakni Girimarto, Waleng, Bubakan, Semagar, dan Selorejo.

Baca juga: Jateng Butuh 24,5 Juta Dosis Vaksin, Ditargetkan Selesai Desember

Sekitar 2018-2019, lima desa itu menyetorkan penyertaan modal total Rp 1 miliar untuk mendanai unit-unit usaha Bumdesma melalui PT Lereng Lawu. Setiap desa masing-masing menyetorkan penyertaan modal Rp 200 juta.

"Rencananya (modal) digunakan untuk mendirikan pabrik pakan ternak. Tapi sekarang pabriknya tidak beroperasi," terangnya.

Ketua Bumdesma Lenggar Bujogiri Sugeng mengakui, ada kendala yang dihadapi pihaknya. Salah satunya, status tanah untuk pabrik pakan. Tanah tersebut milik desa, namun badan usaha belum mengantongi izin pengelolaan.

Dampaknya, unit usaha pembuatan pakan ternak tidak dapat beroperasi selama setahun terakhir. Dan menunggu digelar musyawarah antardesa (MAD). “Kalau sudah disepakati badan kerja sama antardesa, baru (pengolahan pakan ternak) bisa jalan lagi,” tuturnya. 

Ditambahkan Sugeng, pihaknya telah menyerahkan laporan penggunaan dana Bumdesma kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dan Inspektorat Wonogiri.

Terpisah, Kepala Dinas PMD Wonogiri Antonius Purnama Adi menjelaskan, permasalahan lain unit usaha pakan ternak Bumdesma Lenggar Bujogiri adalah macetnya produksi. Otomatis semua sumber daya manusia dan permodalan ikut macet. “Perputaran uangnya macet,” ucapnya.

Menurut Anton, sapaan akrabnya, lima desa pemilik Bumdesma mengalokasikan dana masing-masing Rp 200 juta untuk menggerakkan unit usaha pakan ternak. "Awalnya itu jalan. Tapi setelahnya kesulitan di manajemen atau pemasaran," terang dia. 

Dinas PMD dan pemerintah kecamatan sudah beberapa kali memfasilitasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Masing-masing pihak juga sudah melaporkan data penggunaan keuangan, baik dari setiap desa, Bumdesma, dan PT Lereng Lawu. “Kami fasilitasi semua pihak untuk mengurai dan memecahkan persoalan yang dihadapi,” pungkasnya. (al/wa/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news