alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Ibu & Anak Berkomplot Culik Bocah 9 Tahun, Tuduh Ortu Korban Curi Emas

26 Februari 2021, 19: 07: 19 WIB | editor : Perdana

Kapolres Klaten AKPB Edy Suranta Sitepu saat memberikan keterangan di mapolres.

Kapolres Klaten AKPB Edy Suranta Sitepu saat memberikan keterangan di mapolres. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Jajaran Polres Klaten berhasil menangkap pelaku penculikan seorang bocah laki-laki berinisial RS, 9, warga Desa Joton, Kecamatan Jogonalan. Pelaku penculikan terhadap bocah kelas III SD itu adalah IR, 52, dan RAR, 25, asal Lampung yang berdomisili di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedua perempuan itu masih berhubungan keluarga, yakni ibu dan anak.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kasus penculikan itu terjadi pada 23 Februari lalu pukul 09.30. Saat itu, korban sedang bermain dengan lima orang temannya. Saat bermain itulah IR dan RAR datang dengan mengendarai mobil Brio bernopol AD 8532 XS.

“Kedua pelaku menemui korban yang sedang bermain. Korban diajak untuk ikut makan bakso Jogja. Tetapi ternyata korban dibawa ke Solo, sebelum akhirnya berlanjut dibawa pelaku ke Bogor,” jelas Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu di Mapolres Klaten, Jumat (26/2).

Saat di Solo, korban diajak mengunjungi toko pakaian sekaligus makan bakso. Saat makan bakso itulah korban sempat menangis karena ingin pulang. Tetapi IR dan RAR tidak menghiraukan tangisan tersebut. Dan justru membawa korban ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Bogor.

Pada saat itu pula, ibu korban mencari anaknya karena khawatir tidak kunjung pulang. Ibu korban sempat menanyakan anaknya ke warga sekitarnya. Salah satu tetangganya ada yang melihat jika korban dibawa oleh IR dan RAR. Diketahui antara orang tua korban dengan IR dan RAR itu saling mengenal.

“Memang mereka sudah saling mengenal karena salah satu pelaku ada yang pernah kos di rumah orang tua korban beberapa waktu lalu saat pelaku PKL di Klaten,” papar Edy.

Orang tua korban sempat menghubungi RAR, tetapi saat itu pelaku tidak mengakui jika anak korban bersamanya. Kejadian itu lantas menjadi viral di media sosial hingga akhirnya dari pihak kepolisian mendatangi rumah korban pada sore harinya. Kedatangan aparat itu untuk melakukan penyelidikan dan meminta keterngan dari para saksi.

Polisi juga sempat mengecek rekaman CCTV yang kebetulan terpasang di sekitar lokasi kejadian penculikan tersebut. Polres Klaten lantas melakukan pelacakan terhadap keberadaan pelaku yang diketahui berada di Bogor. Kemudian, berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk melakukan penangakapan di rumah kontrakan pelaku.
 
“Korban bisa kita selamatkan dan kedua pelaku berhasil kita tangkap pada 24 Februari di Bogor. Mereka baru tiba di Klaten tadi malam dan ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari hasil pengakuan dan keterangan sementara pelaku, mereka nekat menculik korban dengan alasan menuntut orang tua korban agar mengembalikan perhiasan yang mereka sangka diambil oleh orang tua korban. Hanya saja, dari pengakuan orang tua korban, pihaknya tidak pernah mengambil emas seperti dituduhkan pelaku.

“Memang orang tua korban ini pernah diajak ke rumah pelaku di Bogor. Tetapi saat orang tua korban pulang, pelaku mengatakan emas miliknya hilang. Orang tua korban dituduh mencuri, padahal itu tidak ada,” ucap Edy.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 76 F Undang-Undang (UU) RI No.35/2014 tentang perubahan atas UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Ini masih kami dalami lebih lanjut karena masih awal. Nantinya untuk perkembangan akan kami sampaikan lagi,” pungkas Edy. (ren/ria)

 


Baca juga: Usai Dilantik, Gibran-Teguh Blusukan ke Pasar Gede

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news