alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Vaksinasi Tahap Awal Sasar 300 Pendidik di Solo

27 Februari 2021, 17: 31: 41 WIB | editor : Perdana

Kepala Cabang VII Disdikbud Jateng Suyanta menerima vaksin, kemarin (26/2).

Kepala Cabang VII Disdikbud Jateng Suyanta menerima vaksin, kemarin (26/2). (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Vaksinasi Covid-19 mulai menyasar tenaga kependidikan. Khusus SMA/SMK di Kota Solo, tahap pertama ini mendapat jatah vaksin untuk 300 guru. Mereka yang belum divaksin akan mendapat giliran berikutnya. 

Kepala Cabang VII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Suyanta mengatakan, meski SMA/SMK/SLB di bawah provinsi, namun vaksinasi mengikuti kabupaten dan kota setempat. 

“Cabang VII ini kan meliputi Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Jadi kami menyesuaikan kuota dari dinkes setempat. Tahap pertama ini guru dan karyawan sekolah di Kota Solo mendapat kuota 300 vaksin,” ujar Suyanta. 

Baca juga: Wali Kota Gibran Sepakat Rumkitlap Vastenburg Jadi Lokasi Vaksinasi

Penerima vaksin sesuai data dan diurutkan. Saat ini diutamakan SMK dulu. Sebab, mereka ada ujian praktikum. Beberapa mata pelajaran ada yang mengharuskan tatap muka. 

Suyanta mengatakan, ada 2 ribu guru dan karyawan SMA/SMK/SLB di cabang VII. Baik sekolah negeri maupun swasta. Program vaksinasi bertahap ini diharapkan bisa mengakomodasi semua tenaga pendidikan. Saat ini cabdin VII telah melakukan pendataan. Ketika ada vaksinasi bisa diikutkan. Selain itu, sesuai ketentuan, proses vaksinasi juga terbagi dalam tiga fasilitas kesehatan (faskes). 

“Untuk Sukoharjo masih dalam proses pendataan. Apalagi itu ada verifikasi data juga. Pokoknya kalau dapat kuota, bisa langsung diikutkan. Saya sudah divaksin. Aman, tidak ada keluhan apa-apa," imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Agung Wijayanto mengatakan, verifikasi sudah dilakukan. Guru dan karyawan diminta untuk mengisi google form untuk verifikasi prakondisi. Sekolah tinggal menunggu daftar nama yang mengikuti vaksin. 

“Dari cabang VII memang sudah mendata lewat google form. Dan semua guru karyawan mengisi. Jadi sentral data di cabang VII,” terangnya. 

Sekretaris Disdik Surakarta Dwi Ariyatno mengatakan, tenaga kependidikan menerima jatah vaksin untuk sebanyak 1.470 orang. Kuota berlaku untuk jenjang TK, SD, SMP, dan SMA/SMK/SLB. Disdik Surakarta juga telah berkoordinasi dengan cabang VII perihal teknis vaksinasi. 

“Jadi kuota vaksin disdik dibagi termasuk jenjang SMA/SMK. Total kuota untuk pendidikan dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA/SMK sebanyak 1.470. Terdiri dari 270 dan 900 untuk jenjang TK PAUD SD dan SMP. Serta 300 vaksin untuk SMA/SMK,” katanya. 

Penerima vaksin masuk dalam daftar prioritas pendidik dan tenaga kependidikan dinas pendidikan yang memenuhi kriteria penerima vaksin. Seperti, bukan penyintas Covid-19, tidak sedang dalam perawatan karena penyakit kormobid, misal jantung, diabet, kanker, dan tidak sedang hamil. Kemudian tidak menerima vaksin dalam jangka 1 bulan terakhir dan lainnya. 

“Selain itu, target prioritas penerima vaksin bagi sekolah yang telah dan akan melaksanakan PTM. Termasuk pengawas sekolah dan pegawai di lingkungan Disdik Kota Surakarta,” terangnya. (rgl/bun/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news