alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

UN Dihapus, Nilai Rapor Jadi Penentu Kelulusan: SMK Boleh Gelar UKK

01 Maret 2021, 08: 36: 49 WIB | editor : Perdana

Ujian assessmen pengganti UN digelar di salah satu SD di Solo, beberapa waktu lalu.

Ujian assessmen pengganti UN digelar di salah satu SD di Solo, beberapa waktu lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pasca penghapusan ujian nasional (UN) dan kelulusan diserahkan kepada sekolah, kini muncul kegalauan. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disidkbud) Jateng telah memberi tiga opsi. Sekolah bisa memilih salah satu opsi dalam penentuan kelulusan. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Wilayah VII Suyanta mengatakan, teknis kelulusan siswa kelas XII diserahkan ke sekolah masing-masing. Saat ini, SMA/SMK/SLB di Solo dan Sukoharjo sedang mempersiapkan teknis ujian sekolah (US). Pihaknya juga memberikan beberapa opsi untuk menentukan kelulusan. Sekolah bisa memilih salah satu.

“Pilihan pertama, kelulusan berdasarkan nilai rapor saja. Dari semester 1 kelas X sampai semester 1 kelas XII. Kedua, dan atau boleh ditambah dengan tes daring. Bisa juga penugasan berupa potofolio.  Jadi tidak ada ujian tatap muka. Ini sesuai Permendikbud dan SE (surat edaran) Disdikbud Jateng,” terangnya. 

Baca juga: Pria yang Terjun ke Sungai Tinggalkan Motor Dinas Sekdes Serenan

Belum diizinkannya pembelajaran tatap muka (PTM) tentu akan menyulitkan SMK dan SLB. Karena untuk jenjang SMK terdapat ujian kompetensi keahlian (UKK). Dan biasanya dalam pelaksanaannya menggandeng dunia usaha dan dunia industri (dudi). Sedangkan bagi SLB kesulitan jika ujian digelar daring. 

Suyanta menyarankan agar kelulusan didasarkan pada akumulasi nilai rapor. Atau bisa juga melakukan ujian tatap muka untuk mata pelajaran (mapel) tertentu. Asalkan kondisi dalam keadaan aman dan dengan pembatasan. Hal itu juga tergantung pada kesiapan sekolah dalam penyediaan sarana prasarana (sarpras) pencegahan Covid-19 di sekolah. 

“Bisa mapel tertentu ujian tatap muka dalam keadaan aman. Misal, jika amannya mendatangkan lima siswa ya dibatasi itu saja. Dengan prokes (protokol kesehatan) sesuai kemampuan tim satgas sekolah. Itu pun harus dengan pernyataan izin orang tua,” terang dia. 

Ini juga berlaku untuk UKK SMK. Bisa dialihkan dengan penugasan online seperti video praktikum mandiri di rumah. Namun, jika menggelar UKK luring, maka harus dijamin aman. Karena UKK biasanya menjadi syarat kelulusan. 

“Ada juga permintaan izin untuk menggelar praktik agama luring. Langsung kami arahkan untuk daring,” imbuh Suyanta. 

Sebelumnya, SMK Negeri 7 Surakarta sudah melakukan rapid test bertahap kepada siswa pada Desember 2020, sebagai syarat menggelar UKK luring. Rapid test dilakukan jelang pengajuan UKK siswa kelas XII. Baik rapid test maupun UKK dilakukan secara bertahap. Hal tersebut untuk meminimalisasi kerumunan serta menjamin keamanan siswa. 

“Salah satu syaratnya memang rapid test. Semua ditanggung oleh sekolah dan diambilkan dari dana BOS (bantuan operasional sekolah). Dalam pelaksanaannya kami melibatkan tim asesor dari dalam dan luar sekolah. Tim asesor ini yang menilai uji kompetensi siswa. Sehingga sebelum pelaksanaan uji kompetensi, guru yang terlibat wajib melakukan rapid test,” terang Staf Humas SMKN 7 Surakarta Sri Wahyuni. 

Rapid test dan uji kompetensi pertama diikuti siswa jurusan tata boga. Dilanjutkan jurusan lain, yakni perhotelan, usaha perjalanan wisata, multimedia, broadcast, dan perawatan sosial. Total siswa  kelas XII ada 500 anak.

Kepala Musyawarah Kerja Kepala  Sekolah (MKKS) SMA Agung Wijayanto mengatakan, SMA di Kota Solo sepakat menggelar tes tertulis secara daring. Hal tersebut juga untuk menjaga kualitas mutu pendidikan. Namun, jika ada sekolah yang melakukan penugasan portofolio juga diizinkan. 

“Kami juga tengah mengupayakan peningkatan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Kami memaksimalkan dengan  menyamakan kompetensi dasar (KD)-KD esensial. Level kognitif yang mau dicapai itu apa. Meski sudah ada kisi-kisi, tapi penuangan soalnya bisa berbeda di tiap sekolah,” katanya. (rgl/bun/ria) 

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news