alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Boyolali Siapkan Buka PTM Juli, Tunggu Vaksinasi Guru Rampung

01 Maret 2021, 09: 19: 36 WIB | editor : Perdana

Darmanto, Kepala Disdikbud Boyolali

Darmanto, Kepala Disdikbud Boyolali (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Angka penyebaran kasus Covid-19 di Boyolali terpantau terus menurun. Angin segar pun datang dari dunia pendidikan di Kota Susu. Yakni pembelajaran tatap muka (PTM) segera dilaksanakan.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali masih wait and see. Apalagi, belum ada instruksi PTM segera digelar, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto memperkirakan PTM baru bisa dilaksanakan Juli. Bersamaan dengan tahun ajaran baru 2021-2022. Atau setelah vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan rampung. Ditarget vaksinasi guru kelar pada Mei mendatang.

Baca juga: UN Dihapus, Nilai Rapor Jadi Penentu Kelulusan: SMK Boleh Gelar UKK

Selain itu, di Kota Susu –julukan Kabupaten Boyolali– masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bebasis mikro. Setidaknya hingga Maret. 

“Saat ini, kami gunakan untuk menganalisa kesiapan sekolah jelang pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka penting sekali. Jangan sampai terjadi lost dan generasi blank karena terlalu lama pembelajaran daring,” terang Darmanto.

Ya, sebelum PTM dimulai, disdikbud bakal memelototi kesiapan sekolah. Terutama penyediaan sarana-prasaran (sarpras) pendukung protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, juga mematangkan skema uji coba PTM. Terutama bagi sekolah yang wilayahnya masuk zona hijau.

“Peta penyebaran Covid-19 di Boyolali sekarang berbasis RT/RW. Jadi, siswa yang diperkenankan mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka juga berasal dari RT/RW zona hijau. Saat ini kami mulai menganalisa sekolah-sekolah. Siswanya berapa? Asal siswa dari mana saja? Itu yang mulai dipetakan,” tandasnya.

Sementara itu, terkait vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, diprediksi rampung Mei. Memang, ada sebagian guru yang dapat jatah vaksinasi di tahap kedua ini, namun jumlahnya terbatas. Baru terakomodasi sekitar 15 persen. 

“Jatah vaksinasi untuk guru baru 1.000 dosis. Di Boyolali kan ada 22 kecamatan. Jadi, masing-masing kecamatan dapat vaksinasi sekitar 45 guru,” ujarnya. (wid/fer/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news