alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

TMMD Reguler Ke-110 Solusi Tantangan Pembangunan

02 Maret 2021, 18: 14: 09 WIB | editor : Perdana

KERJA BARENG: Penandatangan naskah penyerahan pekerjaan dari Bupati Wonogiri Joko Sutopo diwakili Wakil Bupati Setyo Sukarno kepada Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi di pendapa rumah dinas bupati, Selasa (2/3).

KERJA BARENG: Penandatangan naskah penyerahan pekerjaan dari Bupati Wonogiri Joko Sutopo diwakili Wakil Bupati Setyo Sukarno kepada Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi di pendapa rumah dinas bupati, Selasa (2/3). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Program kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-110 resmi dibuka. Puluhan proyek fisik dan nonfisik bakal digarap.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi mengatakan, TMMD Reguler ke-110 dilaksanakan di Dusun Gemawang, Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto. Melibatkan 150 personel TNI-Polri dan seluruh satuan di Kodam IV Diponegoro. Kegiatan serupa juga digelar serentak di lokasi lain di Jateng.

"Sasarannya tidak hanya fisik, tapi juga nonfisik. Ada 26 sasaran fisik," ungkapnya usai penandatanganan dan penyerahan naskah kegiatan TMMD Reguler ke-110 di pendapa rumah dinas bupati, Selasa (2/3).

Baca juga: 35 Kabupaten/Kota di Jateng Bebas Zona Merah, Ruang Isolasi & ICU Lega

Proyek fisik antara lain penyiapan badan jalan, drainase, jembatan, gorong-gorong, rabat jalan, pembangunan poskamling, dan sebagainya, sedangkan kegiatan nonfisik mencakup penyuluhan dan sosialisasi demi meningkatkan kualitas masyarakat desa yang menyasar pada kesehatan, pendidikan, wirausaha, sosialisasi program pemerintah, dan pembentukan karakter bela negara.

Seluruh kegiatan dimulai 2-31 Maret. Anggaran yang digunakan sekitar Rp 1,5 miliar. Rinciannga, Rp 175 juta dari APBD Provinsi Jateng, Rp 1 miliar dari APBD Kabupaten Wonogiri, dan Rp 284 juta swadaya desa.

Selain anggaran, swadaya dari masyarakat berupa pembebasan lahan untuk badan jalan. Setidaknya sembilan bidang tanah miliki warga dengan luas masing-masing sekitar 200 meter diwakafkan untuk pembangunan jalan itu. Bukan hanya itu, masyarakat turut meminjamkan alat-alat bangunan dan bersama-sama membantu pengerjaan. Dandim sangat mengapresiasi semangat tersebut. 

“Sasaran yang menonjol dari program ini yakni pembangunan jembatan. Kontruksi bangunannya sudah melalui pertimbangan dan perencanaa matang,” jelas Imron.

Ketika akses tersebut rampung dibangun, masyarakat hanya butuh waktu selama 15 menit untuk sampai ke Monumen Jenderal Sudirman di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan. “Dulunya jalan setapak, warga harus memutar,” ucap dandim

Sebelumnya, pada pra TMMD tiga pekan lalu, telah menggarap 26 sasaran kegiatan. Antara lain pembukaan badan jalan dan rabat beton, pendirian poskamling dengan progres 45 persen dan pembuatan talut 19 persen.

"Kekurangannya dikerjakan saat TMMD berlangsung. Kendalanya cuaca dan sempat longsor dua kali, tapi sudah terkendali.Kami optimis satu bulan selesai," tegas Imron.

Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, dengan tersedianya akses ke perbatasan pacitan, dipastikan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat. Salah satunya dari sisi ekonomi. 

“TMMD ini mampu menjadi bagian dalam kerja besar pemerintah daerah menanggulangi kemiskinan di pedesaan. Lewat program TMMD, kami gelorakan semangat untuk selalu siap berjuang secara kolektif. Bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," paparnya. (al/wa)

(rs/it/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news