alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Pembatasan Mulai Kendor, Banyak Pelaku Usaha Melanggar Jam Malam

02 Maret 2021, 19: 24: 40 WIB | editor : Perdana

Tim Ahli Satgas Penanganan Kabupaten Klaten Ronny Roekmito.

Tim Ahli Satgas Penanganan Kabupaten Klaten Ronny Roekmito. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten menyoroti kendornya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Terutama pembatasan jam operasional bagi pelaku usaha maksimal pukul 21.00. Mulai banyak pelaku usaha yang melanggar.

“Memang (PPKM mikro) memberikan dampak positif pada menurunnya kasus Covid-19 di Klaten. Tetapi yang menjadi permasalahan, kini masyarakat cenderung mengabaikan pembatasan. Terutama di malam hari,” terang Tim Ahli Satgas Penanganan Kabupaten Klaten Ronny Roekmito.

Hasil pantauan, salah satu kafe di Klaten nekat berjualan di atas pukul 21.00. Ronny dengan tegas meminta satuan polisi pamong praja (satpol PP) menertibkannya. 

Baca juga: Ajak Angkringan Buat Video Intra Jahe Wangi, Hadiah Rp 28 Juta Menanti

“Pembatasan ini bukan tanpa maksud. Efeknya sudah bagus. Tetapi sedikit turun, sudah dilanggar. Saya mengimbau kepada pelaku usaha untuk menaatinya,” tegasnya.

Diakui Ronny, PPKM mikro cukup efektif menekan laju penambahan kasus baru Covid-19 di Kota Bersinar. Penambahan kasus baru memang ada. Namun, di kisaran 30 kasus per hari. Jika kondisi ini dipertahankan, bukan tidak mungkin status Klaten masuk zona kuning.

“Saat ini Klaten masih zona oranye dengan angka kesembuhan 88 persen. Saya berharap PPKM mikro tetap dilaksanakan. Karena pembatasan ini memberikan dampak signifikan. Kasus Covid-19 semakin landai dan harapannya terus menurun,” ungkapnya.

Rencananya, PPKM mikro dilaksanakan hingga 8 Maret dan diterapkan hingga tingkat RT. Setelah ini, bakal dievaluasi. Namun, Ronny berharap PPKM mikro bisa diperpanjang lagi. (ren/fer/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news