alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Lagi, Buruh Migran Asal Sragen Meninggal di Malaysia: Sakit Mendadak

02 Maret 2021, 19: 55: 31 WIB | editor : Perdana

Keluarga menunjukkan foto kolase Suryo Widodo dengan istri dan anaknya.

Keluarga menunjukkan foto kolase Suryo Widodo dengan istri dan anaknya. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kabar duka kembali datang dari pahlawan devisa asal Sragen. Suryo Widodo, 31, seorang buruh migran asal Dusun Sambirejo RT 20, Desa Girimargo, Kecamatan Miri dikabarkan meninggal dunia di Malaysia pada Jumat (26/2) sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Suryo Widodo yang bekerja untuk proyek properti itu dikabarkan mendadak sakit sebelum meninggal

Enny Widyastuti, 32, adik ipar almarhum menyampaikan, pihak keluarga menerima kabar duka tersebut pada Jumat (26/2) lalu. Kabar duka itu disampaikan oleh teman kerja almarhum. 

“Meninggalnya kakak itu saat habis makan siang. Dia bilang sama temannya itu habis makan kok penglihatannya gelap dan minta izin istirahat tiduran dulu. Tapi sampai siang dilihat di tempat kerja enggak kelihatan, sehingga temanya lihat di tempat istirahat dia itu tadi dan malah sudah meninggal," jelas Enny, Selasa (2/3)

Baca juga: Pembatasan Mulai Kendor, Banyak Pelaku Usaha Melanggar Jam Malam

Enny berharap pada pemerintah Indonesia untuk membantu mengurus kepulangan jenzah kakaknya. Karena seluruh keluarga sudah menunggu di rumah. Saat ini, jenazah masih tertahan di Malaysia. 

Menurut dia, selama ini almarhum tidak pernah mengeluh saat berkabar dengan keluarga. Diketahui, Suryo Widodo sudah bekerja di Negeri Jiran sejak sebelum menikah. 

”Kalau komunikasi selama ini lancar kok, baik sama anak dan istri lewat pesan WhatsApp dan telepon,” bebernya.

Sementara itu, mertua almarhum, Suradi, 60, menyampaikan, hingga saat ini keluarga terus menunggu kepastian kepulangan jenazah. Dia berharap pemerintah Indonesia bisa membatu membawa pulang jenazah.

"Tidak ada firasat apa-apa. Ini masih tertahan di san (Malaysia). Harapan kami, pemerintah Indonesia bisa segera membantu memulangkan jenazah dan hak-haknya segera diberikan pada anak istri,” papar Suradi.

Suryo Widodo meninggalkan satu istri bernama Sulistyowati, 34, dan satu anak laki-laki bernama Muhammad Naufal Nurdifa, 7. Almarhum merupakan pendatang baru di Sragen. Dia berganti domisili di Sragen setelah menikah dengan sang istri. Almarhum berasal dari Lamongan, Jawa Timur, lantas transmigrasi ke Sulawesi dan lanjut bekerja di Malaysia.

Terpisah, Kasi Penempatan dan Informasi Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen Ernawan menyampaikan, pihaknya saat ini masih memastikan kabar soal meninggalnya buruh migran asal Sragen tersebut. Langkah yang dilakukan yakni berkomunikasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

”Kami pastikan kabar tersebut. Setelah dipastikan, kami akan mengupayakan kepulangan jenazah,” terangnya. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news