alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

Mahasiswa KKN UNS Gelar Sosialisasi Vaksinasi: Ada 3 Jurus Lawan Covid

02 Maret 2021, 21: 59: 02 WIB | editor : Perdana

Sosialisasi vaksinasi Covid yang digelar mahasiswa kelompok 122 KKN UNS di Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Sosialisasi vaksinasi Covid yang digelar mahasiswa kelompok 122 KKN UNS di Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. (ISTIMEWA)

Share this      

SUKOHARJO – Dukungan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya memutus rantai penyebaran virus corona bisa berjalan lancar. Untuk itu, sosialisasi terkait vaksinasi ini terus digencarkan. Salah satunya seperti yang dilakukan kelompok 122 KKN UNS.

Para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 122 KKN UNS ini menggelar sosialisasi bersama ibu-ibu anggota PKK di Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Sosialisasi bertema “Vaksinasi Covid-19, Prioritaskan Keselamatan Masyarakat” itu menghadirkan pembicara Elang Jordhan Ibrahim, dokter muda di RSUD dr Moewardi Surakarta. Semua peserta tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. 

Dalam paparannya, Elang Jordhan mengatakan, ada tiga jurus ampuh melawan serangan Covid-19. Pertama, tetap disiplin 3M, yakni memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. 

Baca juga: Masyarakat Menengah Didorong Manfaatkan DP 0 Persen Rumah & Kendaraan

“Jurus kedua yaitu sukseskan program vaksinasi. Artinya, siap untuk divaksin saat tiba gilirannya. Terakhir, lawan dan perangi hoaks. Masyarakat bisa mendapatkan informasi terpercaya tentang Covid-19 di akun medsos dan situs resmi covid19.go.id,” papar dia. 

Lebih lanjut, adanya program vaksinasi tidak menghilangkan kewajiban untuk menjalankan protokol kesehatan. Karena selain harus menjaga diri, juga masih dibutuhkan waktu bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Upaya 3M dan vaksinasi harus tetap dijalankan secara bersamaan. 

Selain sosialisasi terkait vaksinasi, peserta sosialisasi juga mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan tanaman obat dari Rahma Dhian Karisma Putri, mahasiswi KKN UNS kelompok 122. Rahma Dhian memaparkan resep pembuatan jamu tradisional guna meningkatkan imun masyarakat. 

“Sangat penting bagi kita menjaga imun tubuh agar badan tetap fit di tengah pandemi,” kata dia.

Salah satu cara menjaga imun adalah dengan mendorong masyarakat agar mampu memelihara kondisi tubuhnya, serta bisa mengatasi gangguan kesehatan secara mandiri. Pemanfaatan tanaman obat dari berbagai obat tradisional berupa jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka bisa menjadi upaya untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan. Termasuk pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat dan bencana nasional Covid-19 saat ini.

“Berdasar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, telah menetapkan formularium ramuan obat tradisional Indonesia (FROTI). Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/187/2017, yang penyusunannya dilakukan berdasarkan gangguan kesehatan yang umumnya ditemukan di masyarakat. Penggunaan ramuan dalam FROTI ini diarahkan untuk memelihara kesehatan dan membantu mengurangi keluhan yang diderita,” terang Rahma Dhian. 

Dengan adanya sosialisasi ini, harapannya masyarakat, khususnya warga Desa Dukuh, Mojolaban bersedia mengikuti vaksinasi sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Selain itu, masyarakat juga bisa mengonsumsi minuman tradisional untuk menjaga imun tubuh. (*/ria) 

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news