alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Dongkrak PADes, Optimalkan Wisata Edukatif

06 Maret 2021, 19: 25: 59 WIB | editor : Perdana

WAHANA KELUARGA: Pengunjung naik kuda di Taman Wisata Jlengut yang dikelola Pemerintah Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Jumat (5/3).

WAHANA KELUARGA: Pengunjung naik kuda di Taman Wisata Jlengut yang dikelola Pemerintah Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Jumat (5/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Pemerintah Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum genjot potensi yang ada di wilayahnya. Salah satunya sektor pariwisata. Melalui Taman Wisata Jlengut yang berdiri di atas lahan kas desa seluas 2 hektare.

Objek wisata ini dioptimalkan untuk mendongkrak pendapatan asli desa (PADes). Apalagi, saat ini semua sektor diguncang pandemi Covid-19. Nah, konsep yang ditawarkan, berupa wisata edukasi. Termasuk kebun binatang mini di dalamnya.

Konsep mini zoo tersebut dikemas sedemikian rupa. Supaya pengunjung bersama keluarga bisa berinteraksi langsung dengan satwa. Di antaranya kelinci, burung merak, kerbau, kura-kura, hingga kambing bertandung empat.

Baca juga: Bus Vs Motor, 1 Tewas

Taman ini juga memiliki kolam ikan. Dilengkapi jembatan penyebarangan yang bisa digunakan untuk spot swafoto. Di kolam itu, pengunjung bisa bermain wahana bebek sepeda dan perahu karet.

“Kalau kita dibandingkan dengan objek wisata serupa di Klaten, di sini lebih lengkap. Kami memiliki 50 jenis satwa,” terang Kepala Desa (Kades) Karangduren Muh. Marsum, Jumat (5/3).

Kades menambahkan, taman edukasi ini dihadirkan sebagai wahana alternatif bagi wisatawan. Juga cocok sebagai wahana out buond.

Sebelum penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), diklaim traffic kunjungan mencapai 3.000 wisatawan di akhir pekan. Kini, menyusut di kisaran 300 wisatawan. “Harus diakui PPKM membuat jumlah kunjungan turun. Tapi, aturan itu harus ditaati,” bebernya.

Terkait anggaran pembangunan taman, diklaim mencapai Rp 1 miliar. Meski baru dibuka akhir November 2020, namun mampu mendongkrak PADes sekitar Rp 8 juta dalam kurun dua bulan terakhir.

Ke depan, potensi yang ada di taman tersebut bakal ditingkatkan. Mulai dari penambahan koleksi satwa, hingga sarana-prasaran (sarpras) penunjang. Supaya bisa menarik minat pengunjung.

“Kami terapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Mulai dari kewajiban menggunakan masker, hingga penyediaan cuci tangan pakai sabun. Kami juga mengimbau pengunjung selalu menjaga jarak melalui pengeras suara,” bebernya.

Prima, 42, pengunjung asal Kecamatan Manisrenggo mengaku baru pertama kunjungi objek wisata tersebut. Dia datang bersama istri dan anak.

“Cukup menarik. Wisata edukasi ini cocok untuk mengenalkan aneka satawa kepada anak-anak. Ada kerbau bule sampai kambing bertanduk empat. Ini yang baru pertama kali melihat,” ujarnya. (ren/fer) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news