alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Pemancing Temukan Mayat Bayi Mengapung di Kedung Kepu, Sragen

07 Maret 2021, 18: 26: 42 WIB | editor : Perdana

Proses evakuasi mayat bayi laki-laki dari Kedung Kepu, Sungai Sawur.

Proses evakuasi mayat bayi laki-laki dari Kedung Kepu, Sungai Sawur. (ISTIMEWA)

Share this      

SRAGEN – Penemuan sesosok mayat bayi laki laki di aliran Kedung Kepu, Sungai Sawur, gegerkan warga Dusun Winong, Desa Tunggul, Kecamatan Gondang. Mayat bayi laki-laki itu ditemukan mengambang oleh pemancing yang tengah memancing di sungai tersebut, Sabtu (6/3) sore.

Bayi tersebut diperkirakan baru berusia 2-3 hari. Kondisi tali pusar terpotong tidak sempurna, sehingga diduga proses persalinan bayi itu tidak dibantu petugas medis. Selain itu, kondisi perut bayi sudah menghitam dan dada kemerahan.

Penemuan mayat bayi itu berawal saat Sujud Giyantoro, 46, warga Dusun Krajan , RT 01/02, Desa Ketanggung, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi tengah memancing ikan. Saat memancing mulai pukul 06.00-08.00, tidak ada hal yang mencurigakan hingga dirinya kembali pulang ke rumah.

Selanjutnya, pada pukul 15.00, Sujud kembali berangkat memancing di lokasi yang sama. Namun, saat sampai di lokasi, dia melihat sesosok mayat bayi laki laki yang mengapung di Air Kedungan dengan posisi tengkurap. Sujud lantas memanggil warga lainnya, Sumadi, 53, yang kebetulan tidak jauh dari lokasi.

Lantas Sumadi melaporkan kejadian itu ke kepala desa (kades). Dan diteruskan ke Polsek Gondang. Setelah dilaksanakan olah TKP, mayat langsung dibawa ke RSUD Sragen.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Suwarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, pemeriksaan jenazah dilakukan oleh tim Inafis. Selain itu, seluruh jajaran kepolisian melakukan pengecekan berkaitan dengan kemungkinan adanya warga yang baru melahirkan atau hamil.

”Seluruh kanis polsek jajaran diminta sekarang juga melaksanakan pengecekan di puskesmas dan dukun beranak di wilayah masing-masing. Untuk mencari kemungkinan ada wanita yang baru melahirkan di daerahnya dalam rentang waktu 203 hari terakhir,” terangnya. (din/ria)

 


Baca juga: Warga Jebres Meninggal saat Gowes di Karangpandan

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news