alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Sukoharjo
icon featured
Sukoharjo

2 Bulan, Denda Prokes Rp 42 Juta

Pelanggar Prokes Capai 4.294 Orang

08 Maret 2021, 01: 10: 59 WIB | editor : Perdana

TAK KENDOR: Tim gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI gelar operasi yustisi di wilayah Kecamatan Grogol, Sabtu (6/3) malam. Pelanggar prokes langsung didenda di lokasi.

TAK KENDOR: Tim gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI gelar operasi yustisi di wilayah Kecamatan Grogol, Sabtu (6/3) malam. Pelanggar prokes langsung didenda di lokasi. (Humas Polres Sukoharjo For Radar Solo)

Share this      

SUKOHARJO - Lebih dari satu tahun sejak pandemi Covid-19, pelanggar protokol kesehatan masih banyak ditemukan. Buktinya, denda dari para pelanggar yang sudah terkumpul selama awal tahun hingga Februari ini mencapai Rp 42 juta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan sampai awal Maret ini, jumlah pelanggar prokes yang terjaring operasi cukup banyak, mencapai 4.294 orang. Mereka langsung dikenakan denda. Total uang yang terkumpul mencapai Rp 42,35 juta.

”Operasi yustisi prokes terus kami lakukan. Selama pelaksanaan PPKM ini tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan prokes mengalami kenaikan,” kata Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, kemarin (7/3).

Baca juga: Resepsi Dilarang, Ijab Kabul Diizinkan

Heru menyebut, operasi yustisi dilakukan oleh petugas gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI. Selain operasi masker, petugas juga menyisir rumah makan dan acara hajatan. Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan prokes. Karena tren kenaikan kasus positif korona belum berhenti.

”Sebelumnya dalam setiap operasi yustisi, setidaknya ada 50-70 orang yang kedapatan melanggar prokes terkait pemakaian masker. Akhir-akhir ini, jumlah pelanggar turun di kisaran 30-50 orang,” katanya. 

Di sisi lain, petugas gabungan di Kecamatan Grogol bubarkan hajatan yang digelar di Pangkalan, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sabtu (6/3). Lantaran menggunakan model resepsi dengan tamu undangan ratusan orang.

”Tamunya 400 sampai 500 orang. Kami berikan pemahaman jika hajatan respsi pernikahan melanggar protokol kesehatan,” ujar Camat Grogol, Bagas Windaryatno, kemarin.

Pihaknya meminta penyelenggara hajatan membereskan kursi-kursi dan mematikan sound system. Resepsi dengan mendatangkan banyak tamu sekaligus tetap dilarang, namun ada toleransi hajatan dengan tamu terbatas.

”Hajatan dengan sistem banyu mili masih ditoleransi. Meski undangan melebihi 30 orang masih diperbolehkan. Dengan catatan warga tidak menyediakan tempat duduk dan makanan dibawa pulang. Dengan sistem banyu mili, kedatangan tamu secara bergantian sehingga tidak ada kerumunan,” tandasnya. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news