alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Museum Sangiran Dibuka Akhir Maret, Petugas Wisata Prioritas Divaksin

08 Maret 2021, 07: 45: 59 WIB | editor : Perdana

Musem Sangiran yang kini masih ditutup, akan mulai dibuka lagi pada akhir Maret ini.

Musem Sangiran yang kini masih ditutup, akan mulai dibuka lagi pada akhir Maret ini. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sejumlah tempat wisata di Sragen bakal dibuka akhir Maret ini. Para petugas di lingkungan pariwisata juga tengah dipersiapkan untuk mendapat suntikan vaksin. Diharapkan langkah tersebut bisa membantu capaian target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sragen.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen Yusep Wahyudi menyampaikan, 70 petugas di sektor pariwisata telah didaftarkan untuk vaksinasi. Museum Sangiran menjadi pilot project untuk pembukaan tempat wisata yang  dikelola pemerintah daerah.

”Kami kordinasi dengan dinas kesehatan, salah satu yang prioritas kami buka yakni Sangiran. Disusul yang lain, seperti Bayanan,” terang Yusep.

Baca juga: Sekre Pasoepati Direncanakan jadi Store 

Pekerja pariwisata sekitar 70 orang akan didahulukan menerima vaksin. Seperti tenaga harian lepas (THL) dan aparatur sipil negara (ASN) sektor pariwisata. Selanjutnya disusul masyarakat sekitar yang bergantung pada industri pariwisata. Tergantung pendataan di desa masing-masing.

”Jadi setelah vaksinasi, pertama Sangiran akan dibuka secara terbatas. Kalau nanti siap, (akan buka) di akhir Maret ini. Kami sudah kordinasi dengan Kemendikbud yang mengampu museum,” ujarnya.

Selain vaksinasi petugas, juga disiapkan mekanisme baru guna menghindari terjadi kerumunan. Misalnya jika satu rombongan bus tiba, dibagi beberapa kelompok. Sehingga tidak terlalu banyak yang masuk area museum. 

”Misal ada satu bus, dibagi 10 orang dulu dengan dipandu tour guide. Sekitar 30 menit baru gantian kelompok lainnya,” jelasnya.

Kegiatan pariwisata di Sangiran akan menjadi tolak ukur. Jika pelaksanaan di Sangiran sudah bagus dan dinilai berhasil, baru disusul pembukaan wisata lainnya, seperti di Pemandian Air Panas Bayanan. Sementara makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus tidak pernah ditutup meski pandemi Covid-19.

”Karena di sana wisata ziarah, ya tidak banyak (pengunjung). Apalagi saat ini sedang dibangun, berpengaruh juga pada yang berziarah,” terang dia.

Yusep menambahkan, target PAD 2021 dari sektor pariwisata sebesar Rp 1,8 miliar. Nilai ini tidak berubah dibanding 2020. Apalagi pada 2020, target PAD tersebut tidak tercapai karena terjadi pandemi Covid-19. 

Total PAD yang masuk dari sektor pariwisata hanya sekitar Rp 700 juta. ”Hanya sedikit tidak sampai separonya,” tandas Yusep. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news