alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle

Pancaroba, Anak Rentan Terjangkit Penyakit

23 Maret 2021, 15: 29: 54 WIB | editor : Perdana

MEMBANGUN IMUNITAS: Memberikan gizi lewat makanan bergizi menjadi langkah untuk menjaga anak tetap sehat.

MEMBANGUN IMUNITAS: Memberikan gizi lewat makanan bergizi menjadi langkah untuk menjaga anak tetap sehat. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

RadarSolo.com  - Di tengah perubahan cuaca yang ektrem saat pancaroba, bisa membuat anak rentan terjangkit penyakit. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh anak yang masih belum sempurna.

Dokter Carlinda Nekawaty menjelaskan sistem kekebalan tubuh anak belum mengenal agen penyebab penyakit dan setiap infeksi adalah hal baru sehingga tubuh menjadi lebih rentan. Dan hal ini berujung pada terjadinya gangguan di pencernaan dan pernapasan.

“Sejumlah penyakit umum yang sering terjadi pada anak-anak selama cuaca ekstrem saat pancaroba adalah diare, alergi dan flu,” katanya dalam webinar kesehatan, Selasa (23/3).

Baca juga: Pemain dan Official PSIS Semarang Disuntik Vaksin di Balaikota

Dalam acara tersebut Carlinda juga menjelaskan mengenai gejala-gejala penyakit yang lazim dialami anak saat pancaroba. Salah satunya, diare ditandai dengan frekuensi buang air besar yang terlalu sering, seperti tiga kali atau lebih dari itu per hari. Tinja anak lebih cair dan buah hati mengalami perut kembung, mual, muntah, demam, nyeri perut dan merasa lemas. Diare umumnya disebabkan rotavirus atau infeksi bakteri serta penyakit.

Pada musim pancaroba juga bisa menimbulkan alergi pada anak, yang ditandai dengan pilek, bersin, hidung tersumbat dan hidung gatal. Sistem imunitas pada pernapasan anak masih berkembang, itulah mengapa alergi yang ditimbulkan lebih cenderung terjadi pada saluran pernapasan. Faktor risiko yang menyebabkan alergi diantaranya adalah perubahan suhu, udara kotor, debu, asap atau bulu binatang yang terbawa angin.

“Buah hati pun rentan terkena flu yang ditandai dengan hidung tersumbat, hidung berair, bersin, batuk dan demam. Terlebih pada saat pandemi ini, menjadi perhatian khusus untuk semua orang adalah flu atau common cold yang rentan terjadi kepada anak,” lanjutnya.

Carlinda memberikan beberapa langkah yang bisa diterapkan orangtua atau pengasuh agar menjaga anak tetap sehat saat pancaroba. Yang pertama adalah menjaga kebersihan. Virus penyebab flu dan diare,  dapat muncul dari kotoran yang menempel di tubuh anak maupun lingkungan sekitar.

“Menjaga kebersihan rumah dari debu, kotoran dan kelembaban juga perlu dilakukan. Lalu membiasakan anak untuk menjaga kebersihan diri seperti mandi secara rutin, menggunting kuku, mencuci tangan dan ajari etika batuk dan bersin yang baik menjadi langkah efektif,” jelasnya.

Selanjutnya, mengajak anak rutin berolahraga. Aktivitas fisik yang tinggi pada anak memberikan efek positif pada sistem kekebalan tubuh. Menemani anak untuk aktif bergerak juga memberikan manfaat lebih pada kesehatan orangtua. Tapi perhatikan juga protokol kesehatan bila olahraga dilakukan di luar rumah.

Tidur yang cukup pun krusial untuk anak. Sebab, jam tidur anak dapat mempengaruhi metabolisme. Oleh sebab itu, anak usia 3 hingga 6 tahun perlu tidur 11-13 jam per hari dan anak usia 6 hingga 12 tahun harus tidur 10 jam per hari.

“Pastikan anak tidur siang satu hingga dua jam, itu akan membantu metabolisme membangun sistem kekebalan tubuh,” katanya.

Kemudian, jauhkan anak dari orang yang sedang sakit. Mengingat anak lebih rentan, virus dan bakteri yang ada di tetesan lendir dalam bersin dan batuk mudah menginfeksi buah hati.

Hal terakhir yang tak kalah penting adalah memenuhi kebutuhan mikronutrien. Kebutuhan mikronutrien yang cukup dapat membantu pembentukan sistem imunitas anak dan menjaga anak tetap dalam kondisi sehat. Vitamin C, vitamin A, dan vitamin B kompleks merupakan nutrien yang memainkan peranan penting pada daya tahan tubuh anak.

Menurut dr Carlinda, memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak merupakan langkah dasar dan utama dalam membentuk benteng perlindungan tubuh yang baik.

“Selain melalui konsumsi buah, sayur, daging dan kacang-kacangan, terdapat bahan-bahan alami dengan kandungan vitamin dan mineral yang dipercaya dapat menjaga kesehatan dan memelihara daya tahan tubuh anak. Kemudian madu, temulawak, kurma dan juga meniran memberikan manfaat kepada kesehatan tubuh anak,” katanya. (antaranews)

(rs/bram/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news