alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Berawal dari Penasaran Malah Ketagihan

01 April 2021, 11: 00: 10 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

BUGAR: Orthorita Putri Maharani berlatih pound fit.

BUGAR: Orthorita Putri Maharani berlatih pound fit. (CITRA AYU/RADAR SOLO)

Share this      

Pound fit menjadi alternatif olahraga yang mulai digemari para kaum hawa. Namun, instruktur senam yang memadukan stik dan musik ini di Kota Bengawan masih minim. Orthorita Putri Maharani menjadi salah satu pionernya. 

RYAN AGUSTIONO, Solo, Radar Solo

KETIKA -pertama melihat senam pound fit lewat video, Othorita langsung jatuh cinta dan penasaran ingin menjajal olahraga ini. Sebagai instruktur beragam jenis senam, dia penasaran dengan pound fit karena ada yang unik. Memadukan stik dan musik. 

Baca juga: Gibran Lirik 5 Lapangan untuk Training Persis

Tapi kendala saat itu, di Kota Bengawan belum ada satu pun instruktur pound fit. Akhirnya dia rela terbang ke Jakarta demi menekuni lebih dalam senam baru ini. Dia mengikuti training instruktur pada Oktober 2019.

 Setelah mendapatkan sertifikat instruktur senam pound fit, ibu tiga anak ini kemudian mengasah skill kembali dengan belajar otodidak melalui web resmi dari pusat pound fit. “Kalau training hanya sehari. Tapi mempelajarinya butuh sekitar dua bulan baru benar-benar bisa,” kenang perempuan yang akrab disapa Tita ini.

Sebelum menekuni pound fit ini Tita sudah malang melintang di dunia senam. Perempuan berusia 42 itu mulai jadi instruktur senam sejak 2002 (aerobik) dan 2005 (les mills) di Surabaya. Sempat berhenti dari dunia senam selama lima tahun karena fokus anak, namun pada 2010 Tita kembali menjadi instruktur. 

Berlanjut pada 2015 mengajar senam piloxing. Kemudian beralih ke senam zumba dan strong nation pada 2016, pilates dan terakhir pound fit pada 2019 hingga sekarang. Sudah setahun ini Tita memiliki empat kelas pound fit yang terbagi di beberapa lokasi di Solo dan Sukoharjo. 

“Olahraga ini sebenarnya untuk semua kalangan baik anak kecil, remaja, dewasa hingga lansia. Tapi ibu-ibu lebih mendominasi. Selain itu ada anak kuliah. Pria juga cocok, tapi mungkin mereka malu-malu karena olahraga ini seperti dipandang untuk perempuan saja, padahal tidak,” ungkapnya.

Pound fit pertama kali digagas oleh dua drummer asal California, Amerika Kristen Potenza dan Cristina Peerenboom pada 2011. Olahraga ini dinilai cocok bagi semua kalangan khususnya seseorang yang malas gerak dan tidak menyukai olahraga berat seperti lari, push up, dan lain-lain. 

Olahraga ini merupakan aktivitas kardio dengan terinspirasi gerakan drummer dengan memukulkan stik terbuat dari plastik (ripstik) ke matras. Dalam waktu 45 menit, mampu membakar 600-900 kalori tergantung power. Tak heran jika olahraga ini mengasyikkan, karena salah satu faktor olahraga ini diiringi lagu-lagu yang sudah tren.

Manfaat olahraga ini kata Tita bisa untuk melatih otot perut dan konsentrasi, menurunkan berat badan, memperbaiki suasana hati, dan bisa juga membantu pasien terapi supaya cepat sembuh. 

“Gerakan pound fit ini biisa menggerakkan seluruh tubuh dan meningkatkan daya ingat. Jadi sebenarnya bisa untuk semua kalangan. Tapi saat ini kalau di Solo memang belum banyak,” ujarnya. (yan/fer)

(rs/it/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news