alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features
Restorasi VW Safari 1978 1.600cc

Angkat Martabat Mobil Pak Camat

04 April 2021, 19: 29: 38 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

RESTORASI MOBIL KUNO: Sartono disamping mobil VW Safari 1978 1.600cc miliknya.

RESTORASI MOBIL KUNO: Sartono disamping mobil VW Safari 1978 1.600cc miliknya. (NAUFAL/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Di era 70-an, VW Safari identik sebagai kendaraan dinas camat se-Indonesia. Nah, di tangan Sartono, warga Desa Bolon, Colomadu, Karanganyar, VW keluaran 1978 bertenaga 1.600 cc itu direstorasi habis-habisan. Kinclong, bersih, dan jadi pusat perhatian. 

SUDAH lama Sartono kesengsem ingin memiliki VW Safari. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Di awal 2000, camat Laweyan, Solo waktu itu beri tawaran menggiurkan. Namun harganya cukup merogoh kantong dlaam-dalam: Rp 80 juta. 

Tanpa pikir panjang, Sartono terima tawaran tersebut. Waktu itu, catnya masih orisinal dan identik dengan kendaraan dinas pemerintahan: oranye.

Baca juga: Ditinggal Penghuni, Pompa Air Lupa Dimatikan Rumah Terbakar

Di pelukan Sartono, restorasi besar-besaran dilakukan. Kesan camat yang menempel di tubuh VW Safari, yakni warna oranye diberedel. Berganti jubah warna krem.

“Saya guyur cat Danagloss. Saya beri sedikit sentuhan garis merah, putih, dan biru. Terutama di kap depan dan bodi samping bagian bawah. Di pintu kanan dan kiri saya tempelkan stiker Semar, bapaknya Punokawan,” ujar Sartono kepada Jawa Pos Radar Solo.

Restorasi paling mencolok ada di sisi interior. Jok asli di-cover kulit. Warnanya matching dengan jubah VW Safari. Diberi logo klub bola asal Spanyol, Barcelona. “Satu set cover jok kalau nggak salah dulu sekitar Rp 6,5 juta,” katanya.

Memanjakan telinga saat berkendara, pria yang identik dengan kacamata dan topi tersebut jejalkan seperangkat mini audio. Katanya supaya lebih asyik dengarkan musik keroncong kesayangannya.

Dijejalkan subwoofer besutan Wynns dan kapasitor merek Fortec. Disokong dinamo charger dan aki tambahan merek Solid 12 volt. Sedangkan aki mesin pakai Inoe 12 volt. 

“Dinamonya nggak campur mesin. Supaya saat mesin mati, sound tetap bunyi dan aki tidak tekor. Sering pas di jalan dihentikan orang. Minta foto bareng mobil ini. Sering juga saya bawa Solo-Jakarta PP tanpa rewel,” bebernya bangga.

Menambah kesan elegan, panel-panel dashboard di-custom motif kayu. Sedangkan speedometer dan stir masih pertahankan keasliannya. “Sayangnya cuma satu. Panas. Kan tidak ada AC-nya. Ya saya akali pakai kipas komputer,” terangnya. (ryn/fer)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news